Tag Archives: Yuri

FF: The Blonde Girl and The Hero (2)

5 Mei

-cast:

Yuri and Jessica

- Yoona

-Krystal

-Amber

- Victoria cs

-Junyoung

Author: Kwon Faraa ♥

The Blonde Girl and The Hero part 2

don’t be silent reader ok?

“jadi kau tidak mau jadi pacarku?…”
“aku belum selesai bicara. Kita best friend ya, sekaligus berpacaran”
“hah? Maksudnya?..”
“begini.. singkatnya aku mau jadi pacarmu”
“Jinjja? Jangan membohongiku Sica”
“aku tidak bohong.. aku sungguh – sungguh”
“katakan bahwa aku tidak bermimpi…”
“kau tidak bermimpi Kwon Yuri” aku mencubit pipi Yuri
“aaw.. kalau begitu GOMAWOOOOO” Yuri kegirangan dan memeluk diriku dengan kencang
“aduuuhh, badanku masih sakit semuaa tauu!!”
“eh.. mianhae hahaha”

………………………………………………………..

“sica, malam ini kita makan apa?”
“aku mau masak yang special buat merayakan hari jadi kita.. kajja temani aku ke supermarket”
“ne. aku siap – siap dulu”

******

“selada, beef, tomat, kentang, wortel, penyedap rasa, apel, jeruk.. emm apalagi ya?”
“kamu mau masak apa sih?”
“aku mau masak Beef Steak buat suamiku tersayang♥”
“ waah, aku tak menyangka Jessica Jung bisa memasak”
“tentu saja. Ini kan hanya di fanfiction hahaha”
“-___- . sudah kan? Ayo ke kasir”
“oke, kau yang bayar ya?”
“haha tenang saja..”

________________

Esok paginya…

“Sica-sshi. Aku berangkat sekolah dulu, kamu gak boleh ikut karena kamu masih sakit. Mengerti?”
“mengerti Yul eomma. Hati – hati di jalan”
“eomma? Oke baiklah dadaah”
“tunggu. Kamu melupakan sesuatu =3=”
“apa itu..?”
“kamu belum kisseu aku”
“huahahaha dasar. Karena kamu belum cukup umur jadi aku kisseu di keningmu saja ya.. muaah”
“bukannya aku lebih tua darimu ya? Huuh dasar” gumamku
“apakah kamu bicara sesuatu Sica?”
“eh? Enggak kok. Haha yasudah sana ntar terlambat”
“oke. Byee”

Haah.. dasar anak itu…

“Cieeee hahahaha” terdengar seperti suara…
“JUNYOUNG?!!? Apa yang kamu lakukan? A..apakah tadi kau melihat kami?”
“sebenernya aku melihatnya tapi aku pura – pura tidak lihat saja deh hahaha”
“huaaa kumohon rahasiakan ini”
“tidak ada yang perlu di rahasiakan Jess. Tuh kan kalian jadian haha”
“iya.. sepertinya aku terkena karma yang waktu itu”
“tuh kan apa kubilang. Jadi, siapa nama gadis itu?”
“Yuri. Kwon Yuri”
“nama yang bagus. Kenapa kau tidak sekolah hah?”
“aku lagi sakit…”
“ahh alasanmu saja. Yasudahlah aku mau sekolah dulu, salam ya buat pacarmu”
“enak saja. Ne, hati – hati Junyoung”
“oke…”

—————————–

17.00

Kemana Yuri? Bukankah jam sekolah sudah berakhir 2 jam yang lalu? Jangan – jangan dia pulang kerumahnya..

took…took..took

“nuguseyo..?” siapa itu yang datang?
“annyeong. Ini rumah Jessica Jung? Kami mau mengantar barang – barang ini atas nama Kwon Yuri”
“barang – barang apa pak?”
“barang – barang pindahan. Kami taruh disini semua ya”
“eh.. tunggu..”
“waah.. barang – barangku sudah sampai ya” Yuri datang dengan motornya
“Yuri? Apa – apaan ini? Kenapa semua barangmu dipindahkan ke rumahku?” tanyaku heran
“aku sudah bilang sama eomma dan appa untuk tinggal sendiri agar aku bisa mandiri, karena itu aku memutuskan untuk tinggal disini. Kau tidak keberatan kan?”
“jadi aku dan kamu tinggal satu rumah?”
“iya begitulah. Tidak apa – apa kan?”
“ngg.. ne, gwenchana”
“horeee.. baiklah ahjusshi, taruh sini saja semua. Ini uangnya”
“ne. gamsahamnida”
“nah Sica, ayo bantu aku memindahkan ini semua”
“ne..”

setelah memindahkan semua barang Yuri kami beristirahat di ruang tengah

“ini greentea nya. Minumlah, kau pasti lelah”
“thx my wife..”
“kenapa kau gak bilang dari kemarin sih kalau mau tinggal disini. Hampir saja kurir tadi aku usir”
“aku suka memberi surprise haha”
“bagaimana keadaan sekolah selama tidak ada aku?”
“sangat tenang bagaikan surga hahaha :p”
“ahh kau ini. Yang serius dong” kataku sambil memukul pelan pundak Yuri
“haha just kidding. Yaah, semua orang di kelas bertanya – tanya mengapa kau tidak masuk sekolah. Sampai aku sedikit cemburu”
“haha kenapa kau cemburu?”
“aku hanya takut semua anak dikelas menyukaimu ”
“haha kau terlalu berlebihan Yuri-ah”
“cemburu adalah hal yang wajar dalam percintaan Jessica Jung”
“begitu? By the way kau tau tidak kalau kau itu adalah my first love?”
“jinjja? Masa yeoja secantik kamu belom pernah punya pacar?”
“sungguh. Seperti katamu, aku belum cukup umur haha”
“haha walaupun kau bukan cinta pertamaku tapi mudah – mudahan kau adalah cinta terakhirku”
“maksudnya?.. sebelumnya kau sudah punya pacar? Siapa dia?”
“waktu aku SMP aku punya pacar namanya Seohyun. Dia cantik sepertimu”
“lalu kenapa putus?”
“haha, ayahku dan ayahnya ternyata adalah musuh bebuyutan. Jadi aku dan dia tidak boleh berdekatan. Lalu dia lebih memihak ayahnya daripada cinta kami, yasudah akhirnya kuputuskan untuk berpihak pada ayahku juga. Sampai sekarang setiap kami bertemu aku selalu mengacuhkannya dan pura – pura tak melihatnya”
“begitu ya. Turut berduka cita ya..”
“hey.. yang penting kan aku sudah punya kamu. Manusia bermuka Barbie dan berambut seperti permen :p”
“kamu ini menyindir atau memuji? kamu mandi dulu, air hangatnya udah aku siapin. Aku mau masak buat makan malam ”
“ne chagi..”

————————–

21.30

“kamu mau tidur bersamaku atau di kamar sebelah Yul?”
“karena aku tidak berani tidur sendiri jadi aku mau tidur bersamamu saja”
“wahaha masa preman gak berani tidur sendiri”
“preman kan juga manusia, aku mau ganti piyama dulu kamu gak boleh liat”
“memangnya siapa yang mau liat kamu ganti baju hah?”

*****
Yuri Pov

Aku gak bisa tidur padahal udah jam 23.30. sementara Jessica yang berada di sampignku udah tertidur pulas. Aku mau memperhatikan wajah Sica saja deh, siapa tau bikin ngantuk.

……………………….

Betapa beruntungnya aku mendapat Jessica, cantik, polos, baik, ramah pokoknya semua kesempurnaan ada di dalam dirinya. Tambah lagi aku adalah first lovenya. Tunggu, kalau aku adalah first lovenya berarti dia belum dapat first kiss dong? Aha, pikiran nakalku mulai muncul. Pelan – pelan aku mendekati bibirnya dan chu~♥ sudah lama aku tak berciuman. Terakhir waktu SMP bersama Seohyun sehari sebelum kami putus

“aaahh”

Jessica mendesah, dia mengigau. Dan membuatku semakin… aggghhhh
aku makin bernafsu menciumnya. Tanpa sadar ciumanku menjalar ke lehernya. Dia terangsang, sesekali ia menggeliatkan badannya karena kegelian. Aku yang sedang dikuasai nafsu ini pelan – pelan membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan Jessica. Tiba – tiba Jessica terbangun

“HEY GIRL!! WHAT ARE YOU DOING?!!” Jessica berteriak, segera aku membekap mulutnya
“sst..santai saja. Enjoy it”

aku kembali melanjutkan ‘pekerjaan’ku tadi. Sekarang piyama Jessica sudah terbuka tetapi aku mengulang pekerjaanku dari awal. Mencium bibirnya lalu menjalar ke lehernya

“Yuri!! Geliii >.< ahh”

Aku tak memperdulikannya, lalu ciumanku menjalar ke dadanya. Karena dia tadi memakai piyama jadi dia tak memakai bra.

“Yuri!! Stop it!!” Jessica mendorongku dan dia menutup kembali piyamanya
“ayolah Jessica, ini malam pertama kita”
“a..aku belum siap Yul. Maafkan aku” jawab Jessica sambil menahan tangis
“tidak.. akulah yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku karena terlalu terbawa nafsu” kataku tertunduk
“gwenchana, aku hanya shock sedikit”
“lanjutkanlah tidurmu”
“ne Yul..”

****

berhari – hari kemudian..

“Sica-sshi, ini kan hari minggu bagaimana kalau kita jalan – jalan?”
“ide bagus. Kita jalan kaki saja ya biar hemat bensin”
“oke. Aku ambil jaketku dulu”

……………………………

kami jalan – jalan di pusat pertokoan, setiap butik kami hampiri untuk mencari baju yang bagus. Aku membelikan Jessica gaun yang cantik sementara aku hanya mencari sepatu olahraga. Aku tak tertarik dengan baju – baju yang lagi ngetrend sekarang.
lalu kami jalan – jalan di pusat kota Seoul dan mencoba makanan – makanan pinggir jalan. Aduuh aku kebelet buang air kecil.

“sica-sshi, kamu tunggu di sini ya. Aku mau cari toilet dulu”
“haha. Okee, jangan lama – lama ya”

Jessica pov

aku menunggu Yuri yang sedang ke toilet tiba – tiba ada orang menghampiriku

“hei Sica…”
“Amber sunbaenim?”
“ya. Sedang apa kau disini?”
“sedang jalan – jalan dengan pacarku tapi dia sekarang lagi ke toilet makanya aku menunggu disini”
“pa..pacarmu?”
“ne.. wae unnie?”
“oh. Gwenchana..”
“unnie sendiri ngapain disini?”
“aku sedang jalan – jalan juga”
“sama siapa? Sendiri aja?”
“sama Vic.. eh, iya aku sendirian. Kalau begitu aku duluan ya, hari semakin sore byee Sica”
“byee unnie”

…………………………

“tadi itu siapa Jess?” tanya Yuri yang baru datang
“eh Yuri? Itu tadi Amber sunbaenim, kakak kelas kita”
“wah kamu punya banyak penggemar ya”
“ah tidak. Aku kenal dia karena dia koordinator ekskul Tennis. Ekskul yang sama sepertiku”
“dia keren. Kamu suka ya sama dia?”
“ah jangan mengada- ada. Lagipula dia itu pacarnya..”
“pacarnya siapa?”
“ah lupakan. Ayo kita pulang Yul”
“kamu aneh. Baiklah ayo”

****

“kenapa lewat gang sepi seperti ini sih Yul?”
“ini jalan alternatif, akan cepat sampai jika lewat sini”
“apakah kau merasa ada yang mengikuti kita?”
“ani. Memangnya kau merasa?”
“iya, aku takut”
“jangan takut, sini aku gandeng”

…………………………………………..

PRAANGGG

aku melihat Yuri pingsan disampingku, kepalanya berdarah dihantam botol oleh…

“VI…VICTORIA SUNBAENIM?”
“hai bocah. Kita ketemu lagi…”
“unnie.. ada apa?!!!? Bukankah masalah kita sudah selesai?”
“selesai katamu? Temanmu itu sudah membuat kami masuk rumah sakit selama 3 hari tau. Ditambah lagi kau tadi mendekati Amber kan?!!!”
“ma..maafkan aku unnie..”
“akan kumaafkan jika aku telah membunuhmu. Bersiap – siaplah”
“toloong…toloong.. siapa saja tolong aku” aku berteriak kencang
“teman – teman. Bungkam mulut anak ini”
“okee” aku melihat keempat sunbaenim yang dulu ikut menghajarku sedang mengepungku
…………………………………………………

HIAAAATTTT……..BRAAAK BRUUK BRAAK BRUUK

Lagi – lagi aku diselamatkan oleh orang. Siapa orang itu?

“keterlaluan kalian. Lima orang melawan 2 orang,dasar pengecut” kata wanita misterius itu
“aduuh kepalaku.. beraninya kau menendang kepalaku. Kau ini siapa?” tanya Victoria unnie
“aku hanya orang biasa yang kebetulan mendengar suara teriakan. Yasudahlah jangan banyak bicara, ayo kita mulai”
“lagi – lagi datang orang sok jagoan. Sepertinya anak berambut kuning ini selalu beruntung. Ayo chingudeul, kita hajar dia”

Siapa wanita ini? Sepertinya aku pernah melihatnya..

BRAAK BRUUK BRAAK BRUUK

Unbelievable. Seperti waktu itu, 5 orang kakak kelas kalah oleh seorang gadis.

“siaal, Jessica kali ini kau selamat. Besok – besok jangan harap kau bisa selamat lagi. Ayo teman – teman, sepertinya kita harus masuk rumah sakit lagi”
………….

“kau tidak apa – apa kan?” tanya gadis itu
“ya. Kau siapa? Apakah kita pernah kenal sebelumnya?”
“sebentar.. apakah kau Jessica?”
“ne.. jangan – jangan kau.. YOONA?”
“ya. Ini aku, Yoona”
“kamu.. aku tak percaya kita bertemu kembali”
“kita lanjutkan ngobrolnya nanti, sekarang ayo bawa temanmu itu kerumah sakit sebelum dia kehabisan darah dan mati”
“oh iya Yuri. Aku telepon Ambulan dulu”

****
@hospital. Unit Emergency

“Yuri!! Yurii!!”
“kalian temannya? Silahkan tunggu di luar dulu, kami akan memeriksanya” kata dokter
“kita duduk di situ dulu Sica”
“ne..”
…..
“apa kabarmu? Kau masih belum berubah ya, masih tetap cantik seperti dulu”
“terima kasih Yoona, kapan kau kembali kesini?”
“aku kesini saat masuk SMA, aku pindah lagi kesini”
“jinjja? Lalu kenapa tadi kau bisa menyelamatkanku?”
“aku tadi mencari rumahmu karena menurut informasi yang aku dapatkan kamu belum pindah rumah, lalu tadi aku sedikit tersesat dan mendengar suara teriakan tak tahunya itu kamu”
“oh begitu”
“kamu pucat sekali. Memangnya perempuan itu siapa kamu?”
“dia..dia pacarku”
“mwo?! Pacarmu?”
“ia. Dia sama sepertimu, selalu melindungiku”
“benarkah? Jangan bersedih begitu. Aku yakin dia tidak apa – apa”
“aku harap juga begitu..”

……………………..

“dokter, bagaimana keadaanya?”
“dia gegar otak ringan, tapi tidak sampai amnesia. Dia akan sering mengalami pusing”
“Yuri.. :’( . bolehkah aku melihat dia?”
“tentu saja. Tapi dia belum sadar”
“tak apa. terimakasih dok”

………………………….

“yuri..maafkan aku. Karena diriku kau jadi begini” aku menangis sambil menggenggam tangan Yuri
“Sica.. tenang..” Yoona menenangkanku
“aku hanya pembawa sial bagi dia Yoong T__T”
“tidak..kau tidak seperti itu. Ini hanya cobaan dari Tuhan, kau harus sabar menghadapinya”
“si…sica?” Yuri mulai sadar
“Yuri!! Akhirnya kau sadar juga sayang”
“k..kamu tidak apa – apa kan?”
“bodoh.. jangan menghawatirkan aku” air mataku keluar lagi
“haha.. ba..baguslah kalau kamu baik..baik saja”
“sica, aku pulang dulu ya. Besok aku akan bertemu denganmu lagi”
“baiklah Yoona, terima kasih yang sebesar – besarnya. Besok aku menunggumu disini. Hati – hati ya”
“hehe iya..”

………………………….

“sica, dia siapa?” tanya Yuri
“dia orang yang pernah kuceritakan padamu. Yoona”
“mwo? Kenapa kau bisa bertemu dia?”
“entahlah, dia menyelamatkanku dari serangan Victoria unnie and the gang”
“begitu kah? Baguslah kalau begitu”
“sebaiknya kau istirahat dulu Yuri. Aku akan menjagamu”
“sebaiknya kau juga istirahat Sica”
“tidak mau, aku mau menjagamu saja”
“baiklah. Terimakasih ya”
“tidak perlu berterima kasih”

………………………….

esok paginya

Hoaam ngantuk sekali, sepertinya aku ketiduran disamping ranjang Yuri. Loh, Yuri mana?

“sudah bangun Sica? Apakah tidurmu nyenyak?”
“Yuri? Kenapa kau jalan – jalan seperti itu. Bukankah kau masih sakit dan harus tidur di ranjang?”
“nanti badanku lumutan jika tidur terus, kau tidak sekolah?”
“tidak, aku mau menjagamu saja. Lagipula peralatan sekolahku ada di rumah semua. Kalau aku pulang dulu pasti akan terlambat”
“oh begitu haha. Oh iya, kata dokter hari ini aku boleh pulang”
“jinjja?”
“iya, aku benci rumah sakit dan ingin segera pulang saja”
“oh begitu..”

****

“Huaaah akhirnya sampai juga di rumah”
“kamu belum boleh keluar rumah dulu. Sana tidur di kamar, aku akan masak bubur dulu buatmu”
“ne, eomma Sica”
………………….

TING TONG

Siapa itu?
“nuguseyoo..?? oh Yoona, maaf aku tak mengabarimu kalau kami sudah pulang ke rumah”
“ah gwenchana. Bolehkah aku masuk?”
“ne. silahkan..”
“wah, rumahmu sekarang ramai dengan barang – barang ya”
“yah begitulah, pacarku tinggal satu rumah denganku”
“oh iya, ini aku bawakan buah untuk pacarmu”
“terimakasih, maaf telah merepotkanmu Yoong. Yuri lagi istirahat di kamar”
“aku tidak merasa direpotkan kok. Yasudahlah biarkan dia istirahat saja. Oh iya ada yang ingin kubicarakan denganmu”
“tentang apa?”
“tadi saat aku ke toko buah aku melihat ada turis yang sedang kebingungan lalu aku mengajak dia mengobrol dia bilang dia dari Amerika mencari seseorang yang tinggal di korea. Anehnya, dia punya nama korea tetapi dia tidak bisa bahasa korea”
“benarkah? Lalu dimana dia?”
“dia ada di mobilku, aku tak tega melihatnya tersesat di korea. Sebentar aku panggilkan dia dulu”
“oke, aku siapkan minuman dulu”

………………………..

“Sica, ini orangnya”
“hi. How are you?” kata gadis itu
“hi. I’m fine, what’s your name girl?” tanyaku sambil menaruh minuman di meja
“my name is Krystal Jung and  I have Korean name Jung Soo Jung. How about you?”

PRAANGG

Aku menjatuhkan gelas yang ada di tanganku

“can you repeat your name?”
“my name is Krystal Jung and  I have Korea name Jung Soo Jung. What’s up?”
“Jessica kamu kenapa?” tanya Yoona
“Yoo..Yoona.. kamu masih ingat cerita masa lalu ku kan?”
“tentu saja. Jangan – jangan dia…adikmu..?”
“hei guys, what’s up?”

———————————————————

(nb: tulisan yang bercetak miring anggap saja bahasa Inggris)

“tidak apa – apa Krystal. Siapa yang kau cari di Korea ini?”
“aku mencari kakak perempuan dan kakak laki – laki ku di Korea. Tapi aku mengalami masalah, aku tidak tau alamat mereka dan aku tidak punya foto mereka”
“kalau boleh tau siapa nama kakak – kakakmu?” tanya Yoona
Kevin Jung and Jessica Jung. Nama korea mereka adalah Jung Ji Yeob dan Jung Soo Yeon. Apakah kalian mengenalnya?  ”

air mataku tiba – tiba terjatuh, aku tak percaya dengan apa yang terjadi apakah ini yang dinamakan ‘Miracle’ hal yang tak pernah terjadi di dalam diriku

”mengapa menangis? Apakah ceritaku terlalu sedih? By the way kau belum memperkenalkan diri” ucap Krystal
“kau ingin tau namaku?” tanyaku
“of course..”
“my name is… Jessica Jung or Jung Soo Yeon”
“Oh My God.. this is impossible..”

aku memeluk Krystal, wajahnya tampak sangat shock. Bagaimana tidak? Dia datang jauh – jauh dari Amerika ke Korea untuk mencari kakaknya pasti dia sempat berpikir bahwa tak akan menemukan kakaknya karena Korea itu luas. Tapi sekali lagi, Miracle itu ada dan Tuhan sudah merencanakan itu semua

“tentu saja..” aku memperlihatkan kartu pelajarku kepada Krystal, setelah ia membaca namaku di kartu pelajarku wajahnya kembali pucat 10X lebih pucat dari yang tadi
“this is miracle.. you.. you’re really my sister”  Krystal mulai menitikan air mata kamipun saling berpelukan
lalu kemana kakakku yang satu lagi? Kevin oppa” tanya Krystal
“ehm.. nanti kau akan tau. Tapi tidak sekarang”
“Sica? Wah ada tamu ya?” Yuri datang dari kamarnya
“Yuri…….” Aku berlari menghampirinya, memeluknya sambil menangis
“ke..kenapa kamu? Kenapa menangis?”
“Krystal..Krystal..akhirnya aku bertemu Krystal Yul”
“JINJJA? i..itu Krystal?” tanya Yuri sambil menunjuk Krystal
“iya, ayo duduk dulu Yul”

……………………

Krystal, ceritakan tentang kehidupanmu di Amerika”
“begini, aku tinggal bersama mom and dad sampai umur 6 tahun. Mereka selalu menyiksaku dan memperlakukan aku seperti binatang, lalu tetanggaku melaporkan mereka ke polisi dan mereka akhirnya penjara. Lalu aku tinggal bersama tetanggaku, dia bercerita tentangmu dan Kevin oppa yang kabur ke Korea karena perlakuan mom and dad. Setelah makin dewasa aku memutuskan untuk mencari kakak – kakakku yang tinggal di korea, awalnya aku ditentang oleh tetanggaku yang kuanggap sebagai orang tua angkatku tapi setelah aku meyakinkannya akhirnya mereka membolehkan aku dan memberikanku uang untung berangkat ke Korea”
“astaga, ternyata mereka masih seperti itu”
aku menitikan air mata begitu juga dengan Yuri dan Yoona
“lalu Krystal, kelas berapa kau sekarang?”
tanya Yoona
“aku kelas 2 SMP..”
“begini saja, kau tinggal di Korea saja selamanya. Semua keperluanmu biar aku yang urus”
tawar Yoona
hei. Yoona..”
tidak apa – apa Jess, mungkin akan sedikit meringankanmu
“sebenarnya aku sangat mau dengan tawaranmu unnie, tapi.. aku takut merepotkanmu”
jawab Krystal tertunduk
“aku sama sekali tidak merasa di repotkan dan lagipula aku sangat sangat sangat senang jika kau tinggal disini dan menerima tawaranku”
“benarkah unnie? Kalau begitu aku mau”
“of course. Kalau begitu besok aku akan mendaftarkanmu di Korea Foreign School, sekolah untuk orang luar negeri yang tinggal di korea. Dalam waktu 6 bulan saja kau sudah fasih bahasa korea jika sekolah disitu”
“terimakasih unnie, terimakasih yang sebesar – besarnya”
“ne Yoong. Aku juga mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya”
”tidak apa – apa Jessica, Krystal. Oh iya Jess, Krystal mau tinggal dimana?” tanya Yoona
“lebih baik dia tinggal disini dulu karena dia masih kecil”
“kalau begitu karena sekolahku satu arah dengan sekolah Krystal nanti, bagaimana kalau aku yang mengantar jemput Krystal?”
tawar Yoona
eng..terserah kamu saja Yoong” jawabku
oke baiklah kalau begitu. Mungkin lusa Krystal sudah bisa sekolah jadi besok Krystal harus ikut aku untuk daftar sekolah, membeli perlengkapan alat tulis dan lain – lain. Oke?”
“okee unnie..”
“eh. Tunggu Yoong, bagaimana dengan sekolahmu?” tanyaku
“haha kita kan masih kelas 1 jadi boleh dong sekali – kali bolos”
“aah dasar kau ini!”
“sepertinya sudah sore. Krystal, Jessica, Yuri, aku pulang dulu ya”
Ne unnie
“ hati – hati di jalan Yoong” kataku dan Yuri
“okee. Byee”

——————————————-

“Sica, adikmu cantik ya”
“iya. Tapi jangan sampai kau selingkuh dengannya!” aku mencubit pipi Yuri
“aduuh sakit tau. Sepertinya Yoona menyukai adikmu haha”
“haha aku pikir juga begitu..”
unnie, kau belum memperkenalkan diri” kata Krystal kepada Yuri
“oh iya aku lupa hehe. Namaku Kwon Yuri panggil saja Yuri unnie”
“salam kenal Yuri unnie. Oh iya, kalian tinggal satu rumah ya?”
“iya begitulah, senangnya ada anggota baru dirumah ini”
“hehe terimakasih. Kalian sahabatan ya?”
“bukan Krystal, Yuri ini pacarku”
“WHAT?!! Pantas saja kalian begitu mesra, lalu kepala Yuri unnie kenapa? Kok diperban begitu?”
“aku abis berantem sama fansnya kakakmu ini Krystal”
“mwo? Fans? Sudahlah Yuri jangan bicara aneh – aneh sama anak kecil. Oh iya Krystal, ayo pindahkan semua bajumu di kamarmu. Unnie mau masak dulu buat makan malam”
“ne. unnie..”

Yuri Pov

hei Krystal, apakah kau punya pacar?” tanyaku
“tidak. Memang kenapa unnie?”
“kau siap – siap saja, mungkin sebentar lagi kau akan ditembak oleh seseorang”
“WHAT?! Siapa?”
“haha masa kau tidak menyadarinya?”
“siapa? Yoona unnie?”
“yak, tepat sekali”
“darimana kau tahu kalau dia menyukaiku?”
“aah kau ini masih kecil jadi belum menyadari kalau orang sedang jatuh cinta”
“hmm. Tapi Yoona unnie memang orang yang sangat baik”
“ya. Aku dengar dari kakakmu Yoona itu anak yang sangat kaya, bahkan orang tuanya di kategorikan 10 orang terkaya di korea”
“wow hebat sekali. Lalu aku mau tanya, sifat kakakku itu seperti apa sih?”
“Jessica itu orang yang sangat cantik. Dia baik, pintar, ramah, sopan, lucu, dan polos”
“wah, kau beruntung bisa mendapatkannya”
“ya. Aku rasa aku adalah orang paling beruntung di dunia”

“EHEEMM…” Jessica datang dari dapur sambil membawa spatulanya
“Krystal pasti masih lelah, biarkan dia istirahat dulu Yul”
“hehe iya, keasikkan ngobrol sih. Sini Krystal aku bawakan tasmu dan kuantar kau kekamarmu”
“thank you unnie”


TBC

FF: The Blonde Girl and The Hero

1 Mei

Cast: – Jessica and Yuri

- Taeyeon, Tiffany, Sunny, Sooyoung

- Kevin ZE:A

- Kwanghee ZE:A

- Junyoung ZE:A

- Victoria, Sulli, Luna, Hyoyeon, Hara

WARNING!!Cerita ini hanya fiktif dan naratif, tak ada hubungannya dengan nama, kelompok, kejadian yang sebenarnya
Author: Kwon Faraa ♥

Jessica pov

Namaku Jung Sooyeon karena aku lahir di Amerika orang tuaku member nama Jessica Jung. Yah sebenernya mereka tidak pantas disebut orang tua. Oiya, hari ini hari pertamaku masuk SMA. Kemarin aku tidak mengikuti upacara penerimaan murid baru karena tidak ada orang tua yang mendampingiku. Karena itu aku tak tau kelasku dimana. Kuputuskan untuk keruangan kepala sekolah

Tok..Tok..Tok

“masuk” kata Mr. Hyungshik dari dalam

“permisi Mr, ada yang ingin kubicarakan”

“silahkan duduk disini” Mr. Hyungshik menunjuk kursi di depannya

Aku duduk disitu dan bersebelahan dengan seorang gadis yang lumayan tinggi. Sepertinya dia kakak kelas.

“ada apa nak?” Tanya Mr.Hyungshik

“begini, aku murid baru kemarin aku tidak mengikuti upacara penerimaan murid baru jadi aku tidak tau kelasku dimana” jelasku

“wah, persoalanmu sama dengan anak ini” Mr. Hyungshik menunjuk gadis disebelahku. Rupanya gadis ini murid baru sama sepertiku

Aku melihatnya sekilas

“lalu, mengapa kalian tidak hadir kemarin?” Tanya Mr. Hyungshik

“o..orang tuaku di..di luar negeri Mr.” jawabku terbata – bata

“lalu kamu?” Tanya Mr. Hyungshik kepada gadis di sebelahku

“aku bangun kesiangan, bisakah anda segera memberitahu dimana kelasku?” Tanya gadis ini dingin

“baiklah, siapa namamu?” Tanya Mr. Hyungshik

“Jessica Jung”
“dan kamu?”

“Kwon Yuri” jawab gadis ini datar

“sebentar, aku cek dulu kelas kalian”

………………….

“hanya ada kelas 1-5 yang belum penuh, kalian berdua masuk ke kelas itu”

“baik Mr. , gamsahamnida” jawab kami berdua dan bersiap – siap keluar ruangan

“dan… Jessica!” panggil Mr. Hyungshik

“iya Mr?”

“hitamkan rambutmu!” perintah Mr. Hyungshik

Aku tidak memperdulikannya. Aku terus berjalan bersama gadis bernama Yuri ini ke kelas 1-5. Sejak lahir rambutku memang sudah blonde dan aku tak akan mengubahnya. Aku takut ‘dia’ kecewa jika aku mengubah warna rambutku ini.

“jangan pikirkan omongan orang itu” kata Yuri tiba – tiba membuyarkan lamunanku

“eh? Mr. Hyungshik?”

“ya, tidak perlu takut dengannya. Dia guru yang lembek. Kau lihatkan tadi aku bersikap jutek padanya dan dia tak marah”

“i..iya”

“eng..lagi pula kau cantik dengan rambut itu” kata Yuri. Aku langsung menoleh kearahnya

“jinjja? Gomawo” jawabku tersenyum. Baru kali ini ada seseorang yang baru ku kenal berkata seperti itu padaku

——-

Kelas 1-5

Kami berdua memasuki kelas, belum ada guru. Dan bangku yang tersisa hanya 2 bangku di paling belakang

“sepertinya kita harus duduk di belakang Jessica”

“panggil aku sica saja. Aku tidak masalah, bagaimana denganmu?”

“aku juga, ayo kita duduk”

—–

“permisi, kalian punya pena lebih? Bolehkah aku pinjam?” Tanya seorang gadis yang duduk di depanku

“aku punya, ini”

“gomawo, siapa namamu gadis cantik?” tanyanya

“Jessica Jung. You can call me Sica” jawabku tersenyum

“nama yang bagus. Aku Taeyeon dan ini Tiffany. Dia temanku dari TK sampai sekarang, kedekatan kami lebih dari pacar loh hehe”

“penjelasanmu terlalu panjang Taeng” kata Tiffany sambil mengacak rambut Taeyeon

Aku bersalaman dengan mereka berdua. Aku senang mempunyai teman baru yang menarik, semoga masa – masa SMA ku tidak seperti masa – masa SMP

“Oh iya, ini Yuri. Kami berteman sejak tadi di ruang kepala sekolah”

“bangapseumnida” Yuri bersalaman dengan mereka berdua

“ne, bangapseumnida” jawab mereka berdua

————–

“Jessica, rumahmu dimana? Kuantar ya” tawar Yuri

“eh.. tidak usah, rumahku jauh sekali”

“gwenchana. Kalau mau nanya PR kan bisa kerumahmu hehe”

“tapi dari sini saja harus menempuh jarak 75 Km. aku takut terjadi apa – apa denganmu nanti”

“tenang saja aku sudah punya SIM lagipula aku pengendara yang handal kok”

“eng.. benarkah? Baiklah”

Akhirnya Yuri mengantarku pulang dengan motornya…
setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh…

“stop kiri Yul”

“yang ini? Sepi sekali rumahmu”

“tentu saja, aku hanya tinggal sendiri di rumah ini”

“oh iya, orang tuamu kan di luar negeri”

“mau mampir dulu?”

“mungkin lain kali ya, aku ada janji dengan ibuku. Mianhae”

“gwenchana. Jeongmal gomawo ya Yul”

“ne, Jessica?”

“iya Yul?”

“berjanjilah untuk pulang dan pergi sekolah denganku setiap hari”

“tapi kan rumahku ini sangat jauh Yul, aku tak mau merepotkanmu”

“kalau aku kerepotan mana mungkin aku menyuruhmu berjanji seperti itu, oke? Jebal”

“baiklah, terserah kamu”

“yeaah, aku pulang dulu ya. Besok pagi aku jemput, daah Jess”

“hati – hati Yul” jawabku sambil melambaikan tangan

Hari pertama sekolah aku sudah punya teman – teman yang baik. Semoga akan terus berlanjut…

“ciee, di anter siapa tuh” kata seseorang mengagetkanku

“Junyoung? Kau ini mengagetkanku saja!”

“tadi itu siapa Jess? Pacarmu?”

“pacar? Dia kan yeoja -__-“

“aku tau. Memangnya kenapa kalau dia yeoja?”

“masa aku pacaran sama yeoja. Gak mungkin kan?”

“haha awas kena karma Jess”

“karma? Lucu sekali kau Junyoung”

“tidak apa – apa kok Jess. Bukan hal yang tidak wajar kalau punya pacar sesama jenis”

“memangnya pacarmu namja atau yeoja?”

“kalau pacarku sih yeoja. Lagian Jess, temenmu tadi cantik dan cocok sekali denganmu”

“aah kau ini! Sudahlah aku mau masuk dulu, byee”

“byee Jess”

Haah, ada – ada saja tetanggaku itu

*****

Esok paginya….

06.00

Apakah Yuri sungguh menjemputku? Sepertinya tidak. Dari rumah dia kesini memakan waktu satu jam, dari sini ke sekolah juga satu jam. Jika kami masuk pukul 07.00 berarti dia harus berangkat pukul 05.00 dari rumahnya. Mana mungkin dia mau berangkat sepagi itu demi aku yang baru dikenalnya.

Tiin..tiin

Nuguseyo? Yuri?!!? Dia sungguh menjemputku?

“Yuri? Kau sungguh – sungguh menjemputku?”

“tentu saja, mana mungkin aku melanggar janji yang telah aku buat” jawabnya sambil melepas helmnya

“pasti kau belum sarapan”

“haha dari mana kau tahu?”

“dari suara perutmu, ayo kita makan bersama aku buat roti bakar di dalam

“hmm.. kedengarannya lezat, kajja”

……………..

“rumahmu bersih sekali Jess, ini semua kamu yang menata?”

“iya, aku suka sekali rumah ini, kecil tapi bersih dan nyaman”

“benar, aku jadi ingin mencoba tinggal disini”

“kesinilah kapanpun kau mau. Rumahku terbuka lebar untukmu”

“teghima kaghih sica. Hmm ingi engak sekahi (terima kasih Sica. Hmm ini enak sekali)” kata Yuri dengan mulut penuh makanan

“hei..hei.. telan dulu baru bicara” kataku. Hihi lucu sekali dia

In school

“Jessica-sshi, liat PRmu dong. Aku belum mengerjakan sama sekali”

“ini Yul..”

“Hei gadis pirang, siapa namamu?” Tanya seorang namja yang menghampiri mejaku

“untuk apa kau bertanya siapa  dia?” Yuri menjawab pertanyaan itu dengan dingin

“sudahlah Yul, aku Jessica Jung” kataku kepada namja itu

“nama yang cantik, aku Kwanghee. Bangapseumnida” kata namja itu. Ia lalu meninggalkan mejaku dan menghampiri teman – temannya

“hati – hati saja. Namja disini pada gak beres semua. Tuh lihat namja tadi, sepertinya dia bertaruh kepada teman – temannya untuk menanyakan namamu” Yuri menunjuk namja itu dan aku melihat namja tadi diberi uang oleh teman temannya

“kau benar, haha dasar”

************

Setelah beberapa hari disekolah…

“sica-sshi, kamu dipanggil sunbaenim di toilet atas” kata temanku Sooyoung

“iya, mereka kakak kelas yang berkuasa di sekolah ini loh. Beruntung kau, sepertinya kau diajak bergabung” tambah Sunny

“Jinjja? Jigeum?” tanyaku

“ne, jigeum”

“Yuri-sshi, aku keatas dulu ya”

“kutemani ya?”

“tidak usah, aku sendiri saja”

“baiklah kalau sudah selesai aku ada di parkiran”

“nee…”

***

Aku memasuki toilet atas, gelap sekali

“jadi kau yang namanya Jessica Jung” suara yeoja cantik berambut panjang mengagetkanku

“wah..wah kuning sekali rambutnya” kata temannya

“i..iya sunbaenim” jawabku takut

“kau tau Jessica Jung? Aku sangat tidak suka ada orang yang special di sekolah ini” yeoja berambut panjang itu menamparku dan menarik rambutku

Aku tak berani bicara, aku takut sekali..

“hei, bicaralah anak bodoh” yeoja itu menendang perutku

“ma..maaf sunbaenim” aku menahan tangis dan rasa sakit

“orang – orang sepertimu memang harus diajari kengerian sekolah ini! Sudah sana pergi!!”

Aku berjalan menuju parkiran dengan wajah memar dan tubuh sempoyongan

“S..Sica.. kamu kenapa?!!?” Tanya Yuri panik

“gwenchana.. ayo pulang saja”

“tapi bibirmu berdarah, wajahmu memar, rambutmu berantakan. Siapa yang membuatmu begini? Kita ke rumah sakit ya?”

“aku tidak apa – apa. Aku mau pulang saja”

“ba..baiklah..”

Yuri Pov

Kenapa sebenarnya anak ini? Siapa yang membuatnya begini?
Tiba – tiba ia tertidur di punggungku, aku menggenggam tangannya yang berpegangan di pinggangku

@Jessica home

Kasihan sekali anak ini jika aku bangunkan. Lebih baik aku gendong dia ke kamarnya dan merawatnya..
Setelah memasuki rumah Jessica dengan kunci yang ada di tasnya, aku merawatnya dengan hati – hati. Wajah cantiknya dilukai, sampai aku mengetahui pelakunya aku tak akan tinggal diam!

Sambil menunggu dia bangun aku menelusuri rumahnya. Aku tidak melihat satupun foto orang tuanya, mestinya jika ditinggal orang tuanya keluar negeri ia memasang foto kan biar tetap ingat? Tapi ada satu foto yang menarik perhatianku. Foto Jessica yang masih SMP dengan seorang namja tampan, di bawah foto itu ada tulisan “Kevin Jung & Jessica Jung” . Kevin Jung? Berarti dia kakaknya Jessica. Kemana dia?

Jessica Pov

Ngg.. kenapa aku ada di kamar? Bukankah aku tadi di motor Yuri.. Aaww pipiku sakit sekali..
ada kain dan air hangat di sampingku. Apakah Yuri yang membawa dan merawatku?

“Jessica kau sudah bangun?” Yuri memasuki kamarku

“Yuri, kamu yang merawatku? Terima kasih ya”

“ne, gimana keadaanmu?”

“sudah tak apa berkatmu”

“Sica, aku mau tanya..”

“ya? Mau nanya apa?”

Drrt..drrt.. handphone Yuri bergetar

“hallo eomma?………… ya?…….. baiklah aku segera pulang. Byee”

“ada apa Yul? Apa yang ingin kau tanyakan?”

“tak apa lain kali saja. Kau sudah tidak apa – apa kan? Aku pulang dulu ya”

“iya aku sudah baikan. Sekali lagi terima kasih, hati – hati di jalan”

“istirahatlah malam ini. Besok pagi aku jemput”

“baiklah..”

****

Berminggu – minggu setelah kejadian itu…

Aku sedang menunggu Yuri yang sedang mengikuti ekskul karate. Tiba – tiba kakak kelas yang waktu itu ikut menghajarku menghampiriku dan menariku dengan paksa

“s,,sunbaenim. Aku mau dibawa kemana?”

“teman – temanku ingin bicara denganmu di toilet atas. Cepatlah jalannya anak bodoh!”

………………..

“wah..wah.. kau berhasil membawa anak ini Hyoyeon” kata yeoja berambut panjang yang waktu itu

“tentu saja Victoria, anak ini tadi sedang menunggu sendirian di parkiran. Sekarang kita apakan dia?”

“Sulli, Luna, Hara, Hyoyeon. Laksanakan tugas kalian” kata Victoria sunbaenim itu sambil menghisap rokoknya

Saat itu juga gerombolan kakak kelas menghajarku. Ada yang menendang dadaku, menamparku, meninjuku dan memukul kepalaku dengan tongkat baseball. Sebenarnya apa salahku?

“HAHA Jessica Jung. Apakah kau tau pacarku Amber selalu membicarakanmu di depanku? Kali ini aku membalas sakit hatiku dengan menghajarmu hahaha” kata Victoria sunbaenim

Mana aku tahu siapa pacarmu dan mengapa ia membicarakanku. Lagi pula kenapa malah menghajarku harusnya kau hajar saja pacarmu. Tuhan tolong aku T____T

“BERHENTI!!!” aku yang setengah pingsan ini melihat Yuri dengan pakaian karatenya

“siapa kau? Pacar anak ini? Tidak usah sok jagoan deh” kata Victoria sunbaenim

“sekali saja kalian masih menyentuh anak itu kubuat kalian tidak bisa melihat matahari besok!”

“jinjjayo? Ayo teman – teman. Bereskan dulu anak sok tahu ini”

Yuri apa yang kamu lakukan? Lari lah, lari sekuat mungkin!! Aku tidak mau kau kenapa – kenapa. Jika aku bisa bersuara, jika aku bisa bergerak akan kupaksa kau untuk berlari..

“hei bocah, sebaiknya kau telepon ambulan untuk membawamu dan anak ini” kata Hyoyeon sunbaenim

“baiklah jika itu maumu..”

Tuut..tuutt…

“hallo Seoul Hospital? Tolong kirimkan ambulance berjumlah …1..2..3..4..5… . 5 ambulance ke SHS Dongguk”

Tuut.tuut..

“sialan, untuk apa kau mengirim 5 ambulan hah?”

“aku sudah bilang akan membuat kalian tidak bisa melihat matahari esok. Untuk mengantisipasinya aku mengirim 5 ambulance untuk 5 sampah seperti kalian”

“kurang ajar!! Ayo serang chingudeul!!”

5 lawan 1. Gerombolan kakak kelas itu membawa senjata semua sementara Yuri hanya dengan tangan kosong. Aku tak sanggup melihatnya.

BRAAK.. BRUUUK.. BRAKKK…. BRUUKK…

Aku membuka mataku.. dan sangat terkejut dengan apa yang kulihat.
Gerombolan kakak kelas itu jatuh terkapar semua. i..ini semua Yuri yang melakukan? Dia mengingatkanku pada orang itu…

“Jessica? Are you OK? Omo.. kepalamu berdarah. Tunggu sebentar, aku akan membunuh orang – orang ini dulu”

“sudahlah Yul, ayo kita pulang saja”

“tapi kau harus kerumah sakit dulu!”

“baiklah.. ayo kita ke rumah sakit”

“hei para sunbaenim babo. Untungnya Jessica melarangku untuk membunuh kalian, tapi jika kalian masih berani menyentuh Jessica lagi aku tak akan ragu dan tak akan ada yang bisa menghentikanku untuk membunuh kalian semua. Arreseo?”

“ne..ma..maafkan kami” kata Victoria sunbaenim yang sedang terkapar

“Ayo Jess, aku tak mau kau tambah parah” Yuri menggendongku di punggungnya

@Hospital

“jadi bagaimana keadaannya dok?”

“dia tidak apa – apa. Hanya benturan keras di kepalanya membuat dia sedikit pusing. Aku sudah memberi obat dan telah memperban kepalanya. Kira- kira bisa sembuh dalam dua hari”

“berarti selama dua hari kedepan kau harus istirahat total Jess”

“iya yul..”

“baiklah dok. Gamsahamnida”

“cheonmaneyo..”

***

@Jessica’s home

“sica, aku akan menginap disini sampai kau sembuh”

“jinjja? Nanti kalau orang tuamu mencarimu bagaimana?”

“aku sudah bilang sama eomma dan appa dan mereka sudah mengizinkanku tenang saja”

“gomawo, maaf telah merepotkanmu lagi”

“gwenchana Jess J”

….

“jadi kakak kelas itu ada masalah apa denganmu?”

“mereka tidak suka ada yang special di sekolah. Lagi pula aku sudah terbiasa dibully kakak kelas sejak SMP, punya rambut seperti ini memang selalu dibenci kakak kelas walau berkali – kali dibilang bahwa ini rambut asli haha..”

“mereka hanya orang – orang yang iri”

“haha aku kaget kau berhasil mengalahkan 5 kakak kelas seorang diri”

“tentu saja. Dari SD aku selalu menang olimpiade Karate tingkat nasional. Oh iya, pertanyaanku waktu itu belum kusampaikan. Bolehkah kutanyakan sekarang?”

“tentu saja..”

“ngg.. anu.. apakah Kevin Jung itu kakakmu?”

“MWO??!! Dari mana kau tau dia?”

“aku melihat fotomu dengannya di ruang tengah..”

“ya.. dia kakakku..”

“dimana dia sekarang? Di luar negeri juga?”

“di…dia sudah meninggal”

“hah? Maaf Jess..bukan maksudku..”

“gwenchana…”

“kalau boleh tau kenapa kakakmu meninggal?”

“kakak ku pernah bercerita, saat aku masih di Amerika, aku berumur 3 tahun dan kakakku berumur 17 tahun. Ayahku iblis, ibuku pelacur. Jika anaknya menangis akan dipukuli sampai berhenti. Saat itu kakakku menyembunyikan aku dan adikku yang masih berumur 1 tahun dari orang tuaku. Daripada menganggap kami berdua sebagai adik, kakakku lebih menganggap kami sebagai anaknya karena usia yang terpaut jauh. Kakakku mencuri uang ayah untuk kabur kerumah nenek kami di korea, setelah berhasil kami bertiga berangkat ke korea tanpa sepengetahuan orang lain. Nenek sangat terkejut ketika kami bertiga sampai ke rumahnya. Berbulan bulan kami hidup bahagia di korea tiba – tiba ayah datang ke sini. Ayah mengira nenek yang menghasut kami agar kami datang kesini. Aku dan kakak melihat ayah mengamuk dan membunuh nenek di depan mata kami. Kakak membawaku kabur dari situ dan kami lupa membawa adikku Krystal. Saat ingin menjemput Krystal, ayah sudah pergi dari situ dan membawa Krystal kembali ke amerika lalu kakakku menangis hebat. Sampai sekarang belum ada yang tahu jika ayahlah pelaku pembunuhan nenek, kakak tidak mau memberitahu karena ia takut tak ada yang merawat Krystal jika ayah dipenjara. Walaupun begitu hingga detik ini aku tak tahu keadaan Krystal. Lalu pamanku membelikan rumah ini untuk aku dan kakakku. Kami berdua hidup dengan tenang tanpa orang tua, walau kadang aku melihat kakak menangis karena menyesal tidak membawa Krystal waktu itu.

Tahun demi tahun berlalu. Aku tumbuh menjadi gadis remaja dan kakakku bekerja di sebuah perusahaan kecil untuk menghidupi kami berdua. Saat upacara penerimaan murid baru SMP kakak mewakili orang tuaku. Kakak adalah segalanya bagiku, setiap berangkat dan pulang sekolah kakak selalu mengantarku.

Kakak selalu bilang padaku “oppa suka rambut Jessica yang blonde dan panjang” dengan eye smilenya. Perasaanku sangat senang dan aku berniat akan terus memanjangkan rambut ini. Keadaan berubah semenjak kakak kelas membully ku. Saat aku kelas 2 SMP ada gerombolan kakak kelas yang membenciku, lalu mereka menghajarku dan memotong rambutku. Mau tidak mau aku harus merapihkan potongannya dan rambutku menjadi pendek. Saat sampai rumah kakak kaget dan bertanya “mengapa kamu memotong rambutmu?” aku menjawab “hanya ingin ganti suasana”. Lalu tampak jelas raut wajah kakak begitu kecewa. Untuk pertama kalinya pada malam itu kami tak saling bicara sepatah katapun.esok paginya pun kakak mengantarku ke sekolah tanpa bicara apa – apa. Saat pulang sekolah kakak tidak menjemputku lalu kuputuskan untuk pulang sendiri. Saat sampai rumah aku kaget melihat rumahku dipenuhi orang – orang. Ternyata kakakku…kakakku meninggal Yul…” aku tak kuasa menahan  tangis

“tenang sica..tenang” Yuri menenangkanku. Air matanya ikut jatuh
”kakakku meninggal saat berangkat kerja. Ia tertabrak truk karena supir truk itu mengantuk. Akhirnya aku tinggal sendirian sampai saat ini dengan dibiayai oleh paman – pamanku. Di sekolah pun aku masih di bully sama kakak kelas sampai pada suatu hari ada gadis cantik yang menolongku. Gadis itu bernama Yoona, ia gadis yang kuat spertimu. Ia selalu melawan kakak kelas yang membullyku. Semenjak ada dia hidupku selalu aman dan kesedihanku sepeninggalnya kakak juga perlahan mulai berkurang. Tapi saat kami naik kelas 3 dia harus pindah ke Indonesia karena pekerjaan ayahnya. Kesedihanku bangkit kembali. Tapi aku sadar jika aku sedih terus pasti kakak akan sedih juga di alam sana dan perasaan Yoona tidak tentram di Negara barunya jika aku sedih terus. Karena itu aku terus memanjangkan rambutku sebagai bukti percayaku pada Yoona dan agar kakak tidak kecewa lagi”

“cukup Sica, aku tidak kuat mendengar kisahmu” Yuri memelukku

“……”

“mulai sekarang jangan jauh – jauh dariku, aku akan selalu melindungimu” isak Yuri sambil tetap memelukku

“aku sayang padamu..aku suka denganmu when first time I saw you… saranghaeyo Jessica. Jadilah…jadilah pacarku Jessica” lanjutnya

“Yuri….”

“kumohon…”

“Kita best friend saja ya…”

TBC

Affair Part 3 (END)

22 Apr

Author: Kwon Fara
cast: SNSD

Setelah sampai dorm aku menggendong Taeyeon ke kamar. Dia tak henti – hentinya mengigau

“jahat sekali kalian berdua”

“Fanny, kamu ngerti gak sih aku itu cinta sama kamu hahaha”
“Tiffany lebih baik kau mati saja dengan Yuri”
“Penghianat! Kalian penghianat!”

air mataku terjatuh saat mendengar kata – katanya. Saat ini pasti Taeyeon menganggapku orang paling jahat di dunia. Dengan sabar aku mengelus rambutnya dan mendengarkan igauannya sambil bercucuran air mata. Kim Taeyeon, bunuhlah aku jika itu maumu dan bisa menebus kesalahanku T_T

Esoknya..

Taeyeon Pov

Aau kepalaku pusing sekali. Oh iya tadi malam aku mabuk, bodohnya aku.

Lalu kenapa aku ada di kamar?

Aku melihat Tiffany terduduk tidur di samping ranjang sambil menggenggam tanganku. rupanya anak ini yang menjemputku. untuk apa dia perduli padaku? apakah dia tidak tau bahwa aku membencinya? ciih

Aku menarik tanganku yang digenggamnya dan bergegas keluar.

“Annyeong Taeyeon, bagaimana keadaanmu?” tanya Sunny

“Annyeong, kepalaku pusing sekali”

“kau juga sih tadi malem mabuk – mabukkan. ini minum obat dulu!”

“Terimakasih Sooyounggie”

Aku melihat Yuri di meja makan yang sedang memakan cerealnya. ia tertunduk takut dan tak berani menatapku.

“YA Taengoo! makan dulu!” perintah Hyoyeon

“Tolong bawakan sarapanku ke ruang tengah, selera makanku hilang jika makan di meja makan bersama anak itu”

“UNNIE! tidak boleh begitu!”

Aku menghiraukan Yoona, dan dia sepertinya menenangkan Yuri yang menangis setelah mendengar kata – kataku barusan.

“annyeong Taeng, sudah bangun? gimana keadaanmu?” tanya Tiffany yang baru keluar dari kamar

“diam kau! pikir saja sendiri!” kataku sambil meneruskan menonton televisi

“taeng maafkan aku. aku tau aku salah, aku khilaf Taeyeon. Tolong maafkan aku beri aku kesempatan sekali lagi”

“maaf aku tak dengar”

“baiklah, aku akan terus menunggu sampai kau mendengarku” Tiffany tersenyum dan meninggalkanku.

****

“Hyunnie, Jessica kemana?” tanyaku

“Jessica unnie menginap di dorm f(x) semalam”

“3 jam lagi kita perform, lebih baik kau hubungi dia”

“ne, unnie”

Yuri Pov

“Yoona, mengapa Jessica belum pulang?” tanyaku

“entahlah aku tak tau, padahal 3 jam lagi kita perform”

“Seohyunnie, kamu menelpon siapa?”

“aku menelpon Sica unnie tapi gak diangkat dan aku telepon dorm f(x) juga gak diangkat juga”

“telepon membernya saja, sini biar aku yang menelpon”

“telepon Krystal saja” Yoona memberi saran

“ani. ntar aku dimarahi Krystal. kemungkinan Jessica sudah menceritakan semuanya ke Krystal. Aku telepon Victoria unnie saja”

tuut…tuut

“hallo, ada apa Yuri?”

“unnie, Jessica di mana?”

“mungkin dia masih di dorm kami”

“mungkin? memangnya sekarang kau dimana?”

“aku dan yang lainnya sedang pemotreran album baru. Jessica tadi bersikeras tidak mau pulang. Jadi mungkin dia masih di dorm kami”

“waduh, padahal sebentar lagi kami perform”

“lebih baik kalian meminta izin kepada Soo Man Ahjusshi dan staff acara untuk mengabsenkan Jessica. Karena pasti dia tak akan mau keluar”

“baiklah akan kami pikirkan. Terimakasih Unnie”

“tunggu Yuri”

“ne, waeyo?”

“minta maaflah padanya dengan segala pengorbanan”

“ya, aku tau. bye”

tuut..tuut..tuut

“bagaimana unnie?” tanya Seohyun

“dia ngambek berat dan gak mau keluar dari dorm f(x). lebih baik kalian meminta izin kepada Soo Man Ahjusshi dan staff acara untuk mengabsenkan Jessica”

“ne, akan kubilang Taeng unnie”

minta maaf dengan segala pengorbanan ya? itu hal yang pasti kulakukan. kini aku sadar yang kucintai hanyalah dia bukan Tiffany.

“Yuri?” Tiffany datang menghampiriku

“ya? ada apa?”

“eh, ani. sudah sarapan?”

“sudah kok”

“mana Jessica?”

“di dorm f(x) dia marah besar dan gak mau keluar dari sana”

“wah gawat sekali”

“kau sarapan dulu, aku mau mandi”

“ne”

Taeyeon pov

aku mengintip dari ruang tengah. Sialan mereka, sudah jelas – jelas ketahuan masih saja bermesraan.

****

After perform

Yuri pov

“mau kemana kau?” tanya Yoona

“menjemput Jessica”

“wah hebat”

“apanya yang hebat? mungkin aku pulang agak malam. soalnya pasti susah menaklukan gunung es seperti dia”

“nah itu yang kumaksud hebat. baiklah take care yourself”

“tenang saja, aku pasti pulang dengan membawa dia”

“baiklah kupegang janjimu”

*****

lebih baik aku pastikan dulu mereka pulang kapan

tuut.tuut

“hello Yul?”

“hello vic unnie, kalian pulang kapan?”

“kami pulang tengah malam. Aku khawatir dengan Jessica, di dorm kami tidak ada makanan dan dia juga tidak bisa masak kan? pasti dia belum makan. coba kau bujuk dia”

“ne unnie, aku sedang dalam perjalanan menuju dorm kalian. aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawanya pulang”

“hwaiting, aku yakin kau pasti bisa!”

“gomawo unnie”

tuut..tuut

***

dorm f(x)

ting..tong

“Yuri, ngapain kau disini? aku benci kamu! pulang sana” kata Jessica melalui Interphone

“aku mau minta maaf padamu dan menjemputmu”

“tidak! aku tidak akan memaafkanmu. Urusi saja pacar barumu”

“tidak mau, aku mau disini sampai kau keluar”

“aku tidak akan keluar SELAMANYA!!”

“aku tidak akan pergi SELAMANYA!!”

“terserah”

“aku akan bersujud di depan pintu sampai kau keluar”

Jessica pov

aku mengamati Yur dari jendela. Apa apaan anak itu? ngapain dia sujud di depan pintu? Ah biarkan saja, nanti juga lelah sendiri”

1 jam…

2 jam…

3 jam…

***

Taeyeon pov

“unnie, aku mau pinjam lipstick mu yang berwarna pink itu” rengek Yoona

“ambil saja di kamarku. Aku sedang nonton Dream High nih”

“aah tolong ambilkan unnie”

“udah minjem gak tau diri, baiklah”

……..

Aku taruh dimana ya? sepertinya di lemari

Ckreek

aku melihat Tiffany masuk kamar dan menguncinya

“Taeng, bisa kan sekarang kau mendengarku?”

“no”

“jebal”

“no”

“perlukah dengan cara ini?”

Tiffany menarik dan mencium bibirku dengan ganas. Aku memberontak di pelukannya tapi tak bisa. dia sangat kuat.

“maafkan aku…maafkan aku..maafkan aku” Tiffany berkata dengan penuh air mata

aku tidak bisa melihat Tiffany menangis seperti ini. Aku ingin memaafkannya tapi hati ini masih sangat sakit…

“JAWAB TAENG!! JAWAB” Tiffany mengguncangkan tubuhku

“HATIKU MASIH SAKIT TIFFANY!! SANGAT!!” air mataku perlahan mulai turun

“berilah aku kesempatan, maafkanlah aku. Aku berjanji akan menghilangkan rasa sakit itu”

Tiffany kembali mencium bibirku. Entah kerasukan setan apa aku malah membalasnya.

“Yaksokhae?” tanyaku

“Jeongmal Yaksokhae”

“ba..baiklah”

“Terimakasih. Aku berjanji tak akan mengulanginya lagi” Tiffany memelukku

*****

Jessica Pov

Astaga Yuri, kau tidak beranjak dari situ dan masih bersujud seperti itu..

4 jam…

5 jam..

Kalau dibiarkan dia bisa pingsan. Ini juga sudah malam pasti dia kedinginan. Mungkin lebih baik aku akan keluar. Aku tidak mau terjadi apa – apa padanya

Ckleek

“hei kau bangunlah, malu kalau dilihat orang”

“Je..Jessica?” Yuri mengangkat kepalanya

“bangunlah”

Hupp Yuri langsung berdiri dan memelukku sangaaat kencang

“Jessica, maafkan aku Jessica. Aku janji tak akan mengulanginya lagi”

“le..lepaskan aku”

“tidak akan, sampai kau memaafkanku” Yuri mempererat pelukannya

“i..iya”

“ucapkan yang serius”

“Baiklah. Aku Jessica Jung telah memaafkan Kwon Yuri dengan sepenuh hati”

“jinjja? huaa Gomawoo \(^o^)/. Jadi kita pacaran lagi kan?”

“memangnya kapan aku bilang putus padamu chagi? hahaha” aku mencubit pipi Yuri

“oh iya ya hahahaha”

“tapi, kau harus janji takkan berbuat seperti itu lagi” aku mengelus wajah Yuri dengan bergelinang air mata

“pasti chagi, kau boleh potong leherku jika aku berbohong”

MUAAAACCCCHHH CHU~♥

*******

Taeyeon pov

oh iya aku lupa kalau tadi Yoona meminjam lipstick ku

….

“Yoona, ini lipsticknya”

“gak jadi. kalian udah maafan kan?”

“hei darimana kau tau? jangan – jangan kau memancingku supaya masuk kamar?”

“tentu saja, aku disruh Fanny Unnie week”

“aggh dasar kau, tapi gomawo”

“jangan lupa minta maaf sama Yuri unnie juga! tadi pagi kau telah membuatnya menangis”

“hehe baiklah…”

*****

“annyeong aku pulang membawa oleh – oleh” Yuri datang sambil menggendong Jessica

“waah Yulsic comeback” kata member lain

“Hei TaeNy juga back kok” Tiffany datang dan mencium pipiku

“semuanya. Aku dan Yuri minta maaf karena telah membuat masalah, tapi semuanya sudah kembali normal. Kalian mau memaafkan kami kan?” lanjut Tiffany

“TENTU SAJAAA!!!” jawab kami serempak. dan kami ber9 berpelukkan

“Taeyeon, maafkan aku ya” kata Yur sambil memelukku

“aku juga minta maaf telah menyindirmu”

Yuri pov

akhirnya semua telah kembali normal. aku tidak akan mengulangi kesalahn itu lagi…

Saat aku sedang sendirian di dapur Tiffany datang menghampiriku

“Hey Tiff, aku senang semuanya kembali normal”

“ya.. aku juga. Tapi Yul aku belum mengucapkan kata putus jadi kita masih bisa berhu..” belum selesai Tiffany bicara aku memotongnya

“benarkah? kalau begitu aku yang mengucapkannya. hehe kita putus ya Tiffany”

“ta..tapi Yul”

“sst. kita jalani saja kehidupan seperti dulu. Kau dengan Taeyeon dan aku dengan Jessica”

“aku masih mencin…”

“cintai aku sebagai adik sekaligus sahabatmu oke?” aku mengecup bibir Tiffany

“mungkin itu ciuman terakhirku untukmu” lanjutku

“baiklah Yul, aku terima keputusanmu tapi kumohon kau jangan membenciku” kata Tiffany pasrah

“tidak akan. aku mencintaimu sebagai kakak dan sahabatku”

“go..gomawo”

itulah akhir dari cerita kami. Tidak ada lagi pair Yulti. yang ada hanya YulSic dan TaeNy ♥

THE END~

Affair part 2

16 Apr

Cast: SNSD

ini part 2 mian kalo jelek, masih ada sambungannya sampe part 3 aja :D

“SUDAH TAEYEON SUDAH!!” aku berteriak dan menangis. Taeyeon berlari meninggalkan ruangan ini diikuti oleh Jessica, Sunny, Hyoyeon, Sooyoung

“kami kecewa pada kalian berdua” kata Sunny

Aku hanya bisa menangis, aku menangis dipelukan Yoona. Aku tau menangis tak akan bisa merubah keadaan tapi hanya ini yang bisa kulakukan. Aku melihat Tiffany terduduk lemas setelah melihat video perselingkuhannya denganku.

“aku tidak habis pikir mengapa kalian melakukan ini” kata Yoona

“maaf Yoona, aku tak pernah berfikir akan begini jadinya” tangisanku makin kencang

“JANGAN MINTA MAAF PADAKU, MINTA MAAF KEPADA JESSICA DAN TAEYEON UNNIE!!” teriak Yoona penuh emosi dan membuatku shock

“Tenang unnie jangan emosi, masalahnya tak akan selesai jika menggunakan emosi” Seohyun menenangkan Yoona

“ma..maaf. tapi aku tidak bisa melihat SNSD bertengkar seperti ini” Yoona menunduk dan air matanya mulai jatuh

“benar katamu Yoona, aku harus meminta maaf pada mereka dan memperbaiki ini semua” aku mencoba tersenyum dan beranjak meninggalkan ruangan tetapi Tiffany menarik tanganku

“tunggu”

“Tiffany?”

“Saat ini suasananya sedang kacau, nanti kalau sudah tenang kita minta maaf ya” Tiffany mengelus kepalaku dan tersenyum. Walau dalam senyumnya itu terlihat sekali ia sedang menahan tangis

Xxxxxxxxxxxxx

Taeyeon pov

Aku pergi meninggalkan dorm, aku muak melihat Tiffany dan Yuri. Setelah mengambil mantel aku langsung pergi tanpa penyamaran. Aku tak peduli jika diserbu para fans. Ditabrak truk pun aku tak peduli. Yang dipikiranku hanya video tadi, Tiffany, dan Yuri.

Apakah aku pernah melukai hati Tiffany? Apakah aku pernah berbuat salah padanya? Kurasa tidak, aku selalu memberikan yang terbaik untuknya dan lagi pula belakangan ini aku dan dia baik – baik saja. Ataukah Yuri punya dendam atau masalah pribadi padaku? Kurasa tidak juga, aku selalu menganggap member SNSD adalah adik – adikku. Kami selalu terbuka dan terang – terangan jika ada masalah. Lalu apa salahku sampai pacar dan sahabatku menghianatiku?

Tak terasa aku telah berjalan jauh sekali dari dorm. aku sangat stress, aku ingin menangis tetapi air mataku sudah benar – benar habis. Tiba – tiba aku teringat kata Tiffany, kalau sedang stress berat ia minum alcohol. Aahh untuk apa memikirkan orang itu. Aku melihat sebuah bar yang sangat sepi sebaiknya aku kesana lagipula udara malam kota Seoul sedang dingin. Mungkin alcohol bisa menghangatkan tubuhku dan menghilangkan stressku.

******

“selamat datang, ada yang bisa kubantu?” tawar ahjusshi pelayan bar

“aku mau soju 1 botol saja”

“baiklah, silahkan tunggu di meja itu”

Bar ini sangat sepi, hanya ada yang berkunjung disini. Tapi tak apalah, aku bisa selamat dari wartawan liar. Apa jadinya kalau besok pagi aku menemukan berita “Leader SNSD mabuk – mabukan disebuah bar” di televisi atau majalah

“ini soju nya. Hey sepertinya aku pernah melihatmu”

“gomawo. Haha sepertinya kau salah orang”

“begitukah? Baiklah aku kebelakang dulu, kalau perlu sesuatu panggil aku saja”

“oke ahjusshi”

****

author Pov

“maknae, kau lihat Jessica dan Taeyeon?” Tanya Yuri

“sica unnie ke dorm f(x) kalo Taeyeon unnie pergi entah kemana”

“Taeyeon kemana ya?” Tanya Tiffany

“pasti ketempat pacarnya” gumam Sooyoung

“hei enak saja! Pacarnya hanya aku tau!” kata Tiffany

“benarkah? Tapi pacarmu tak hanya dia kan?” sindir Sooyoung

“MAKSUDMU APA SOOYOUNG” jawab Tiffany marah

“SUDAH SUDAH, JANGAN TAMBAH MEMPERKERUH SUASANA SOOYOUNGGIE” teriak Yuri

“lebih baik kita cari Taeyeon, sebentar lagi larut malam” ujar Hyoyeon

*****

F(x) dorm

Jessica pov

“unnie? Tumben kesini, ada apa? Kenapa matamu sembab?”

“huaaaaa aku tak tahan lagi Krystal!! Aku ingin mati saja” aku menangis lalu Krystal memelukku

“unnie kenapa? Ceritakan padaku, pasti aku bisa bantu”

“Yuri, dia berselingkuh huaaaaaaaaaaaaaaaa” tangisanku makin keras

“MWO?!!? Sama siapa? Kurang ajar sekali”

“sama ti..tiffany huaaaaa”

“APA? YANG BENER?”

“iya Krystal T_T”

“bagaimana ceritanya? Ceritakan yang lengkap”

Aku menceritakan semua kejadian itu kepada Krystal

“KURANG AJAAAAR!!!! YURI UNNIE, BERANI BERANINYA DIA BERBUAT SEPERTI ITU”

“hah? Aku tak percaya Tiffany unnie berbuat seperti itu” kata seseorang dibalik pintu

“hei kalian ber-empat jangan nguping dong” kata Krystal
“tuh kan Sulli kita ketauan, makanya jangan keras – keras dong kalo ngomong” kata Victoria

“mian unnie, aku gak sengaja hehe”

“lalu noona, benarkah yang kau ceritakan itu?” Tanya Amber padaku

“tentu saja Amber, kalau aku bohong mana mungkin aku menangis seperti ini”

“tega sekali Yuri noona berbuat seperti itu pada kakak iparku”

“kakak ipar?” tanyaku

“unnie lupa? Aku dan Amber kan udah jadian” jawab Krystal

“he? Oh iya, selamat ya. Amber jaga adikku jangan sampai kau seperti Yuri”

“aku pasti akan menjaganya. Tapi gak janji kalo aku tidak seperti Yuri noona hahaha”

Cletaak

Krystal menjitak kepala Amber

“aduuh sakit chagi, aku hanya bercanda >.<”

“kalau sampai beneran akan kulakukan seperti tadi 1000X lipat huh”

“Krystal, bolehkah unnie menginap disini malam ini?”

“tentu saja boleh, unnie nanti tidur di kamarku saja ya”
“chagi, aku tidur mana?” Tanya Amber

“di sofa di ruang tengah!”

“huaa jahaat”

“Amber tidur sama Krystal saja biar aku sama Luna. Eottokhae?”

“setuju” teriak Luna dan Amber bersamaan

****

Tiffany pov

“bagaimana? Sudah ketemu Taeyeon?” Tanya Hyoyeon

“belum, di sungai Han gak ada, di jembatan Seoul gak ada, di taman gak ada, di dorm super junior dan shine gak ada, di gedung SM juga gak ada” jawabku

“sudah di telepon?”

“gak diangkat”

“coba sekali lagi”

Tuut..tuuut.tuut

“hello?” kata seseorang di balik telepon

“hallo? Kau siapa? Taeyeon dimana?” tanyaku

“dia di bar xxx di jalan xxxxx. Dia mabuk berat”

“baiklah aku kesana, jaga dia”

Tuut..tuut..

“semuanya, Taeyeon ada di sebuah bar ayo kita jemput”

“baik”

Kenapa anak itu mabuk – mabukan? Bukankah dia kularang untuk itu?

Di bar

“Taeyeon?! Aku melihat Taeyeon tertidur di sebuah meja

“anak ini mabuk berat padahal dia hanya meminum 1 botol soju, aku tidak tau harus menghubungi siapa untuk menjemput dia. Untungnya kau menelpon tadi” kata seorang Ahjusshi

“anak ini mencium bau alcohol saja bisa mabuk, dia belum pernah minum sebelumnya. Yuri, tolong bukakan pintu mobil aku akan gendong Taeyeon

“baiklah”

Setelah memasukan Taeyeon ke mobil aku membayar minuman Taeyeon

“ahjusshi, ini aku berikan uang. Jangan ceritakan apapun tentang masalah ini, anggap saja kejadian ini tidak pernah ada” aku memberikan uang yang cukup banyak kepada ahjusshi ini. Mungkin bisa untuk hidupnya sebulan penuh.

“aku tidak mengerti, tapi baiklah terimakasih”

“oiya, apakah tadi saat mabuk dia berbicara sesuatu?”

“engg tadi sepertinya ia berteriak “Tiffany jahat, aku ingin mati saja, pacar dan sahabatku penghianat, dan lainnya aku lupa”

“oke, terimakasih ahjusshi”

Kim Taeyeon maafkan aku….

FF/MinYul/Oneshoot/nc-18

16 Apr

Cast : Kwon Yuri
Choi Minho

+Yuri POV+
Minho babo ! Dasar namja bodoh kenapa kau selalu mengganggu’ku ? Aku muak dengan’mu ! Dan hal paling bodoh yang aku lakukan adalah menyukai namja menyebalkan sepertimu ! Aaargghh…
“Halo nona manis masih ingat saya ?” tanya seseorang dan mencoba menyentuh wajahku.
“Tidak usah belaga tidak tau kau Hahaha”
“Hei ! Aku tidak ada urusan dengan’mu ya, dan aku tidak ingat dengan’mu arraseo ?!” bentakku seraya meninggalkan orang yang menggangguku.
Glek~ apa apaan ini ? Sekitar 10orang mengepung diriku, aku tidak mungkin melawan mereka sendirian, aku berjalan mundur tapi tubuhku mengenai sesuatu dan shit ! Sekarang aku berada di tengah tengah 10orang preman pasar. Aku baru ingat pernah menggagalkan aksi pencopetan mereka, god… Sial’nya nasibku hari ini -.-
Aku mencoba ambil ancang ancang untuk melawan mereka.
“Berhenti ! Jangan berani’nya sama perempuan!” bentak sebuah suara yang aku kenal.

+Minho POV+
Aku melihat seseorang tengah di kepung preman pasar, aku perhatikan itu seorang yeoja dan ternyata Kwon Yuri ! Dia dalam bahaya, Yeoja yang sangat ku sukai dalam bahaya. Aku harus membantunya.
“Berhenti ! Jangan berani’nya sama perempuan !” bentakku, sehingga orang2 tersebut melihat ke arah’ku

+Author POV+
Minho menarik tangan yuri ke balik punggung’nya. “Bodoh ! Kenapa kau berurusan dengan mereka huh ?!” Umpat minho
“Heh ! Kalau tidak mau membantu ga usah mengejek’ku seperti itu ! Aku pernah menggagalkan pencopetan mereka jadi sekarang aku jdi sasaran” cerita yuri
“Ya ya ya.. Kwon Yuri memang yeoja yang sok jagoan, dan itu sudah terbukti !” ejek minho.
“K-kau.. Ya sudah tinggal pergi aja susah amat, tidak perlu menolongku !”
“Diam ! Aku tidak mungkin membiarkan’mu mati arraseo !”

prok prok prok “Rupanya ada yang berlagak sok jagoan di sini Hahaha” ucap salah satu preman.
“Jangan sakiti pacarku atau kalian..” balas minho
“Mwo !? Pacar ? Sejak kapan aku jadh pacarmu ?” heran yuri.
“Sudah.. Diam saja kalau kau mau selamat !” balas minho.

“Boss.. Sepertinya sepasang kekasih ini akan mati di tangan kita “
“Tentu saja.. Karena yang satu telah mengganggu aksiku dan sekarang dia harus mendapat balasan’nya, HAHAHA Serang mereka !” perintah pimpinan preman tersebut.

Perkelahian pun tidak terhindarkan, Yuri & Minho harus mengatasi 10orang preman yang sedang kalap, Ya sedikit mudah bagi yuri & minho untuk menghadapi 10orang preman, karena gelar sabuk hitam yang mereka miliki.

“Hosh..Hosh.. Akhirnya kita bisa mengalahkan mereka yul Hahaha…” bangga minho
“Ne, Hosh..Hosh.. Mungkin kalau tidak ada kau aku akan mati disini. Gomawo choi minho !” balas yuri dengan nafas yang masih tersengal
“Apa kau bilang tadi ? Hahaha aku tidak mendengar’nya” goda minho
“Aisshh.. Sudahlah aku mau pulang!” ucap yuri dan berlalu meninggalkan minho.
“Bye minho~” tambah yuri dan berjalan mundur.
“Yul awas !” minho berlari kearah yuri dan menarik tubuh yuri.

Srrreeettt~

Sabetan pisau gagal mengenai tubuh yuri, tapi sayang’nya mengenai tangan minho

“Aww~” ringis minho.
“M-minho.. Kau tidak apa apa ?” tanya yuri.
Minho masih menutupi luka dengan tangan’nya. Saat dia mengangkat tangan’nya.
“D-darah…” ucap minho dan langsung pingsan.

“Minho ! Hei, bangun kau kenapa ?” khawatir yuri dan mengguncang2 tubuh minho.
“Minho bangun ! Tolong tolong…”

Yuri terlihat cemas saat semua orang datang karena mendengar teriakan’nya.
“Nona.. Pacarnya kenapa ?”
“Aniya~ tiba tiba saja dia pingsan saat melihat lukanya, tolong bantu aku carikan taxi”
“Oh, baiklah nona. Apa akan langsung di bawa ke Rumah Sakit ?”
“Tidak usah, aku akan membawanya ke rumahku saja, aku kira dia hanya shock”
“Baiklah nona”

FF: Affair

14 Apr

Author: Kwon Faraa

Cast: SNSD (YulTi Focus)

please leave a comment DON’T BE SILENT READER

#flashback#

Yuri Pov

“mau kemana sih Tiffany?” aku bertanya pada Tiffany yang tiba – tiba menarik tanganku

“aku mau ngomong berdua denganmu Yuri-ah”

Kamipun sampai di toilet khusus artis gedung MBC ini dan untungnya hanya kami berdua disini

“nah mau ngomong apa?” tanyaku

“aku mau tanya Yul”

“nanya apa?”

“kalau kita udah punya pasangan dan kita suka sama orang lain lagi gimana menurutmu?”

“yah asal kita bisa menyimpan rahasia itu gak masalah kan? Toh, kita gak mungkin bisa menghilangkan perasaan. Kalaupun bisa pasti itu sangat sulit”

“hmm begitu ya menurutmu”

“memangnya siapa yang kamu suka Fanny-ah? Kamu kan sudah punya Taeyeon”

“makanya aku bertanya padamu, aku sudah punya Taeyeon tapi aku cinta sama seseorang selain Taeyeon. Dan orang itu adalah…”

“siapa? Bolehkah aku tau?”

“kau Yuri”

“hah? Jangan bercanda Fanny-ah hahahaha”

Aku melihat Tiffany merogoh tasnya, sepertinya dia mencari sesuatu… dan dia mengambil.. kotak cincin??

“aku serius Yuri, ayolah terima aku. Pasang cincin ini di jarimu”

“ta..tapi Fanny-ah aku  masih bersama Jessica dank au masih bersama Taeyeon

“yeah.. I know that. Tapi coba kau ingat kata-katamu tadi. Gak mungkin menghilangkan perasaan”

Aku terdiam sejenak. Hatiku terus berkata macam – macam. Kuakui aku memang menyukai Tiffany semenjak kami mendapat job menjadi MC di Music Core, apalagi setiap sone meneriakan “YulTi” entah mengapa hatiku sangat senang. Tapi.. aku mempunyai Jessica, selama 3 tahun ini dia yang menjagaku, menemaniku, mencintaiku. Akankah kubalas dengan penghianatan. Dan kuakui Tiffany mempunyai banyak kelebihan disbanding Jessica. Tapi ahh.. aku bingung

“bagaimana, mau kan?” Tanya Tiffany

“entahlah aku bingung”

“asal kita bisa menyimpan rahasia gak masalah kan?”

“ba..baiklah Tiffany”

“ah jinjja? Gomawo Yul, saranghae ♥” Tiffany memelukku dan mencium keningku

#flashback end#

Kejadian tadi pagi selalu teringat di pikiranku. Aku putuskan untuk menerima Tiffany agar ia tidak kecewa. Aku berencana akan cuek selama berpacaran dengannya agar ia jenuh dan putus denganku. Sungguh aku tak tega dengan Jessica dan Taeyeon.

Aku melirik kearah Tiffany. Dari saat kami keluar gedung MBC sampai di mobil sekarang ini dia terus memeluk lenganku dan sekarang kepalanya tertidur di pundakku. Aku memperhatikan wajahnya yang tertidur hihihi lucu sekali wajahnya. Aku menahan tawa saat melihat air liur jatuh dari mulutnya hahaha seperti anak ini kelelahan. Akmu mengambil sapu tanganku dan mengelapnya pelan-pelan. Wah bibirnya imut sekali >.<

“Fanny-ah bangun. Kita hampir sampai di dorm”

“ngg…

“nah sampai, gomawo ahjusshi hati-hati di jalan. Ayo fanny ah”

Tok…Tok..Tok..

“teman teman bukakan pintunya” kataku sambil mengetok pintu

………….hening…………

“hey , kemana mereka?” tanyaku

“oh iya, kalo gak salah mereka lagi syutting Come To Play”

“mwo? Kau bawa kunci cadangan?”

“biasanya Taengoo menyimpan kuncinya di pot ini, tuh kan bener”

“yasudah cepat buka pintunya”

Ckreek

“huaah, akhirnya sampai juga. Chagi, aku mau bikin cappuccino kamu mau?” Tanya Tiffany

“hmm tolong bikinkan aku susu hangat saja ^^”

“ne”

Tiffany Pov

Hari ini sungguh menyenangkan. Yuri mau menerimaku sebagai pacar ‘Kedua’ nya. Semoga hubungan ini lancer tanpa ketahuan 1 orang pun….

Saat sedang mengambil gelas..

Apa itu? Sebuah surat?

Dear Tiffany / Yuri

“setelah syutting Come To Play kami akan belanja dan latihan, kami akan pulang jam 9 malam. jika ingin makan malam buatlah ramen, di kulkas masih ada kimchi. Atau kau pesan Goobne Chicken saja”

Kid Leader Taeng

Cih belanja gak ngajak-ngajak. By the way sekarang baru jam 3, mereka pulang jam 9. Nice!! Aku punya waktu untuk bermain dengan my blackpearl hahaha

@ ruang TV

“chagi, ini susu hangatmu”

“oh gomawo”

“aku mau ganti baju dulu ya”

“oke”

Aku akan menjalankan rencanaku untuk memperdayai seorang Kwo Yuri. Hmm pertama-tama aku akan berpakaian se-HOT mungkin. Aku memilih mini white dress dengan panjang 20 cm diatas lutut lalu aku tidak memakain pakaian dalam agar semua lekuk tubuhku terlihat olehnya lalu aku memakai parfum yang wanginya cukup merangsang…

Aku kembali ke ruang TV untuk menonton bersama Yuri

@ruang TV

“Ti.. Tiffany?” Yuri kaget dan tertegun melihat penampilanku

“ya? Ada apa?”

“ngg.. apa pakaianmu tidak terlalu seksi? >.<”

“gwenchana, hanya ada kita berdua disini” jawabku dengan eyesmile

Yuri Pov

Tiffany sialan, dia berusaha menggodaku. Aku tidak boleh tergoda oleh triknya. Aku harus tetap cuek. Tapi jantungku berdetak 2.000  lebih kencang dan mukaku memanas

Tiffany pov

“yuri…?” ucapku memecah keheningan

“ya fanny-ah?”

“mereka pulang jam 9 malam nanti”

“o..oh y..yyaa?” katanya gugup

“yuri..? kenapa gugup begitu?”

“a..ah ti..tidak kok.. filmnya serem”

Aku berpindah duduk di pangkuan Yuri, aku mengalungkan tanganku di lehernya

“ka..kamu…mau..a..pa Tiff..fany?”

“lets have fun with me baby” kataku sambil mencium bibir indah Yuri

Yuri Pov

Aduuh Tiffany Hwang, apa yang kau lakukan padak. Keringat dinginku semakin menjadi, aku sedikit gemetar setiap dia menciumku. Aku tidak ingin merespon ciumannya tapi badanku berherak sendiri dan akhirnya kami saling membalas.

……………………………………………………………….

Tiba tiba mataku mengarah ke dadanya….

Aduuh itu belahan dadanya >.< sepertinya dia gak pakai pakaian dalam jadi hampir semuanya kelihatan

Dan sepertinya Tiffany sadar kalau aku memperhatikan dadanya. Dan dia meraih tanganku dan membimbingku untuk meremas dadanya. Ya Tuhan, Jessica maafkan aku..

“s..stop Tiffany, aku mau mandi dulu”

Dia tidak menjawab, dia hanya membalas dengan senyuman. Dan tidak terasa sekarang udah jam 6 ckckck

Tiffany pov

Sementara menunggu Yuri mandi aku menunggu disini sambil membaca beberapa majalah fashion. Aku belum puas dengan aksiku tadi setelah Yuri mandi aku akan melanjutkannya lagi hahahahaha *evil laugh*

Beberapa menit kemudian

Aku melihat Yuri memasuki kamar Sooyoung hanya dengan sehelai handuk

“Yuri? Mau ngapain di kamar Sooyoung?” tanyaku

“aku mau mengambil piyamaku yang dipinjam olehnya kemarin. Mana ya?”

“kemarilah ada yang ingin kubicarakan”

Masih dengan sehelai handuk di tubuhnya diapun menghampiriku yand sedang duduk di sofa di depan televisi

“hmm? Ada apa?” Tanya Yuri

“jeongmal saranghaeyo Kwon Yuri” kataku sambil mengecup bibirnya

Yuri pun membalas ciumanku dan kami melakukan French Kiss. Masih dalam posisi berciuman pelan – pelan aku membuka handuk yang dikenakan Yuri lalu aku…

——— skip, pikir sendiri adegan selanjutnya :D————-

Yuri Pov

Mengapa seperti ini? Aku berjanji pada diriku untuk cuek kepada Tiffany agar secepatnya putus. Tapi aku malah menikmati perlakuannya dank u akui sekarang aku sangat mencintainya. Jessi maafkan aku, bukan maksudku seperti ini T_T

“na do saranghaeyo Tiffany ”

Tiba..tiba

Ting..tong

“itu mereka datang, cepat kau ganti baju dan aku pinjam handukmu” kata Tiffany tergesa – gesa

“baiklah”

“ck.. kenapa mereka datang lebih awal” gumamku sambil memakai handuk

“Miyoung, Yuri bukakan pintunya” kata Taeyeon

Aku segera membukakan pintu

Ckreek

“mwo Tiffany, mengapa kau memakai handuk begitu?” Tanya Sunny

“ngg..anu. aku habis mandi”

“ada – ada aja kamu mushroom, masa mandi jam segini” jawab Taeyeon

“hehehe tadi aku ketiduran, btw kok tau kalo kami udah pulang?” tanyaku mengalihkan pembicaraan

“kunci di bawah pot nggak ada, berarti udah diambil kamu. Permisi dong kami mau masuk” jawab Hyoyeon

“Yuri mana?” Tanya Jessica

“engg.. itu.. dia lagi ganti baju. Tadi bajunya ketumpahan kopi” kataku dengan eyesmile andalan

“oooh. Ada ada saja dia itu”

Tak beberapa lama kemudian

Yuri pov

Saat aku akan mengganti baju tiba- tiba pintu kamarku terbuka

“Jessica?”

“huaaha Yuri I miss you” kata Jessica sambil memelukku

“na do bogoshipo Jessica tapi biarkan aku pakai baju dulu — “ “

“hehehe”

Saat aku memakai baju tiba – tiba Jessica melihat kearah jari ku

“yuri? Cincin siapa itu di jarimu? Kenapa di pasang disamping cincin pemberianku =3=? “Tanya Jessica sambil memasang muka cemberut

“eng, ini cincin bukan dari siapa – siapa, tadi siang aku dan Tiffany belanja dan aku melihat cincin ini di took karena bagus aku beli deh. Hehe”

“oh begitu”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!” tiba – tiba terdengar jeritan Sooyoung

“ada apa itu?” tanyaku

Kami semua menuju kamar Sooyoung

“ ada apa sih?” Tanya Hyoyeon

“ada pencuri masuk kamarku, lihatlah! Berantakan sekali” kata Sooyoung sambil menangis

“eh.. engg.. younggie.. anu.. itu tadi aku. Soalnya aku mencari piyamaku yang kau pinjam dan aku lupa membereskannya, mianhae yah” kataku sambil membungkuk 90 derajat kepada Sooyoung

“HUAAAA Yuri babo!! Cepat bereskan semua ini! Harus selesai dalam 10 menit!!” teriak Sooyoung

“iya..iya..maaf, baiklah aku panggil Jessica dulu buat bantu aku”

“unnie, Jessica unnie udah tidur” kata Seohyun

“sudah..sudah, kalian keluar dulu biar aku dan Yuri yang membereskan ini semua” kata Tiffany

“ne” jawab mereka semua minus Tiffany

……………………………………………

“haaah gara – gara kamu sih, jadi kena marah deh -,-“ gumamku

“iya..iya maaf, sebagai gantinya aku bantuin deh” katanya sambil tersenyum

.

.

.

.

.

Setelah beberapa minggu hubungan gelapku dengan Tiffany terus berjalan…

Setiap aku ingin berhenti mencintainya dia selalu punya cara untuk membuatku tetap mencintainya…

Sampai pada suatu hari…

Author pov

Hari ini semua anggota SNSD libur dan mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berbelanja bersama.

Jessica Pov

Entah mengapa akhir – akhir ini aku senang merekam sesuatu, makanya aku putuskan untuk membeli sebuah Handycam baru. Aku ingin merekam semua kenangan indahku bersama Yuri nanti dengan Handycam ini.

“sica, apa yang kamu beli?” Tanya Yuri

“aku beli handycam baru, kamu?”

“entahlah, aku sedang tidak mood berbelanja”

“ayo anak – anak, kita segera pulang” kata Taeyeon

Hari sudah malam, setelah mandi dan makan malam kami semua berkumpul di ruang tengah seperti biasa untuk mengobrol, curhat, bercanda dan lain – lain

“Taeng, besok apa jadwal kita?” Tanya Sooyoung

“besok  kita bertujuh melanjutkan episode Come to Play lanjutan dari beberapa minggu yang lalu” jawab Taeyeon

“bertujuh?” Tanya Yoona

“iya, kan waktu itu Yuri dan Tiffany jadi MC di Mucore” jawab Taeyeon lagi

“terus Yuri dan Tiffany besok ngapain?” Tanya Sunny

“besok kalian berdua jadi MC juga kan?” tanyaku kepada Yuri dan Tiffany

“besokkan siaran langsung pertandingan sepak bola South Korea vs China jadi besok gak ada Mucore jadinya kita libur deh” jawab Tiffany

“huh enak sekali kalian” kata Sunny

Aku melihat Tiffany mengedipkan sebelah matanya kepada Yuri dan Yuri membalasnya dengan senyuman. Apa mereka merencanakan sesuatu?

.

.

.

Esoknya….

Hari ini kami bertujuh akan melanjutkan syutting come to play dan sebelum berangkat aku berencana merekam  apa saja yang dilakukan Yuri di kamar hihi pasti seru. Diam – diam aku menaruh handycam baruku di atas lemari. Aku yakin pasti Yuri tidak menyadari handycam ini.

“Jessica cepatlah!” Taeyeon memanggil dari luar

Setelah memastikan bahwa handycam telah merekam aku segera keluar kamar

.

.

.

“kami pergi dulu ya, hati – hati di rumah” ucap Taeyeon sambil mencium pipi kanan dan kiri Tiffany

Aku pun mencium kedua pipi Yuri

“kalian juga hati – hati di jalan dan semoga syuttingnya lancar” jawab Yuri

“ne.. byee”

Yuri Pov

Seperti waktu itu, kami hanya berdua lagi di dorm

“akhirnya mereka pergi juga. Mau melakukan yang seperti itu lagi?” Tanya Tiffany dengan tatapan nakal

“nati ya Fanny-ah, aku mau mandi dulu ;)

….

Setelah mandi dan aku mengganti di kamarku, saat sedang memilih baju tiba – tiba ….

BRAAK

Tiffany mendobrak pintu dengan kencang

“fanny-ah?” tanyaku kaget

“kau terlalu lama, aku bosan menunggu =3=” jawab Tiffany

Lalu dengan liar dia mendorongku ke kasur

——— SKIP————-

Setelah beberapa lama

“fanny-ah, aku merasa tidak enak. Aku punya firasat buruk”

“tenang saja, di negaraku firasat buruk hanya omong kosong dan tidak pernah ada yang percaya”

“ aku ngantuk, aku mau tidur bersamamu”

kami pun tertidur di satu ranjang. Tidak pernah ada yang tidur 1 ranjang denganku kecuali Jessica dan ibu ku.

*******

Kriing..kringg alarm jam ku berbunyi..

“sudah jam 3 Fanny-ah, sebentar lagi mereka pulang” kataku membangunkan Tiffany

Ting – Tong

Benar kataku, mereka pulang dan Tiffany belom bangun juga. Setelah berpakaian aku menggendong Tiffany ke kamar Taeyeon

“Tiffany, Yuri- ah! Buka pintunya!” teriak Taeyeon dari luar

“iya sabaar” jawabku

Ckleek

“kenapa sih kalian ini setiap disuruh buka pintu selalu lama?” kata Taeyeon

“sori. Tadi aku lagi tidur dan Tiffany juga masih tidur di kamarnya”

“sudahlah Taeyeon, jangan marah – marah terus” kata Jessica membelaku

“entahlah Jess, aku merasa badmood hari ini. Entah kenapa”

……………………

Jessica Pov

Aku segera memasuki kamarku dan menguncinya dan aku sudah tidak sabar melihat Handycam ku…

Ceritanya lagi liat Video…

“Heem Yuri lagi ganti baju hihi” mukaku memerah

Aku melihat Tiffany mendobrak pintu kamar

“Hmm? Tiffany? Mau apa dia?”

Astaga aku tak percaya dengan apa yang ku lihat di handycam ini, perlahan aku meneteskan air mata. Tak kusangka mereka berdua berkhianat di belakangku.. aku tak sanggup lagi melihat video ini. Aku reflek melempar handhpone ku ke kaca besar di kamar ini..

PRAAANG

Seluruh pecahan kaca berhamburan semua

Yuri Pov

Aku mendengar suara pecahan kaca di kamar ku. Bukankah di kamar hanya ada Jessica? Kenapa dia?

“ada apa itu?” Tanya Yoona

Kami semua berlari ke kamarku

Tok Tok Tok

“Jessica! Ada apa? Buka pintunya” kataku sambil mengetok pintu

“DIAAM KAU BRENGSEEK!!” Jessica berteriak dari dalam

“INI AKU YURI. BUKA PINTUNYA!!” teriak

“AKU TAU KAU YURI ORANG PALING BRENGSEK SE-DUNIA”

“BICARA APA KAU? KAMU KESURUPAN YA?!!?”

“Yoona, tolong ambilkan kunci cadangan di kamarku” kata Taeyeon

“baik Unnie”

…..

“ini “ kata Yoona

Kami membuka pintu kamar Jessica dan kaget melihat pecahan kaca dimana – mana

“Jessica?” kata Yuri pelan

“MUNDUR KALIAN!! KALAU TIDAK AKU AKAN MATI” Jessica berteriak sambil menangis dia memegang pecahan kaca di tangannya

“kau kenapa sih Jessica?” Tanya Taeyeon

“HEI TAEYEON. LIAT KELAKUAN PACAMU DAN ORANG BRENGSEK INI” Jessica melempar handycamnya dan ditangkap oleh Taeyeon

Aku melihat Taeyeon yang sedang menonton video ini dia menangis dan langsung menamparku

“apa – apaan kau!!” kataku sambil memegang pipiku yang merah sehabis ditampar Taeyeon

“benar kata Jessica, kau orang yang brengsek” Taeyeon menatapku kesal sambil menahan air matanya

Aku masih tidak mengerti kenapa mereka berdua ini, akupun melihat handycam Jessica

….

….

Astaga.. sejak kapan ada video ini………..

BRAAK

Aku menjatuhkan handycam itu. Kini beribu – ribu penyesalan ada di dalam diriku

“ada apa sih kok ribut – ribut? “ Tiffany datang sambil mengucek – ucek matanya

“kurang ajar kau Tiffany” Taeyeon menampar Tiffany tetapi aku menahan tangannya

“SUDAH TAEYEON SUDAAH!!” teriakku sambil menangis

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.