FF: The Blonde Girl and The Hero

1 Mei

Cast: – Jessica and Yuri

– Taeyeon, Tiffany, Sunny, Sooyoung

– Kevin ZE:A

– Kwanghee ZE:A

– Junyoung ZE:A

– Victoria, Sulli, Luna, Hyoyeon, Hara

WARNING!!Cerita ini hanya fiktif dan naratif, tak ada hubungannya dengan nama, kelompok, kejadian yang sebenarnya
Author: Kwon Faraa ♥

Jessica pov

Namaku Jung Sooyeon karena aku lahir di Amerika orang tuaku member nama Jessica Jung. Yah sebenernya mereka tidak pantas disebut orang tua. Oiya, hari ini hari pertamaku masuk SMA. Kemarin aku tidak mengikuti upacara penerimaan murid baru karena tidak ada orang tua yang mendampingiku. Karena itu aku tak tau kelasku dimana. Kuputuskan untuk keruangan kepala sekolah

Tok..Tok..Tok

“masuk” kata Mr. Hyungshik dari dalam

“permisi Mr, ada yang ingin kubicarakan”

“silahkan duduk disini” Mr. Hyungshik menunjuk kursi di depannya

Aku duduk disitu dan bersebelahan dengan seorang gadis yang lumayan tinggi. Sepertinya dia kakak kelas.

“ada apa nak?” Tanya Mr.Hyungshik

“begini, aku murid baru kemarin aku tidak mengikuti upacara penerimaan murid baru jadi aku tidak tau kelasku dimana” jelasku

“wah, persoalanmu sama dengan anak ini” Mr. Hyungshik menunjuk gadis disebelahku. Rupanya gadis ini murid baru sama sepertiku

Aku melihatnya sekilas

“lalu, mengapa kalian tidak hadir kemarin?” Tanya Mr. Hyungshik

“o..orang tuaku di..di luar negeri Mr.” jawabku terbata – bata

“lalu kamu?” Tanya Mr. Hyungshik kepada gadis di sebelahku

“aku bangun kesiangan, bisakah anda segera memberitahu dimana kelasku?” Tanya gadis ini dingin

“baiklah, siapa namamu?” Tanya Mr. Hyungshik

“Jessica Jung”
“dan kamu?”

“Kwon Yuri” jawab gadis ini datar

“sebentar, aku cek dulu kelas kalian”

………………….

“hanya ada kelas 1-5 yang belum penuh, kalian berdua masuk ke kelas itu”

“baik Mr. , gamsahamnida” jawab kami berdua dan bersiap – siap keluar ruangan

“dan… Jessica!” panggil Mr. Hyungshik

“iya Mr?”

“hitamkan rambutmu!” perintah Mr. Hyungshik

Aku tidak memperdulikannya. Aku terus berjalan bersama gadis bernama Yuri ini ke kelas 1-5. Sejak lahir rambutku memang sudah blonde dan aku tak akan mengubahnya. Aku takut ‘dia’ kecewa jika aku mengubah warna rambutku ini.

“jangan pikirkan omongan orang itu” kata Yuri tiba – tiba membuyarkan lamunanku

“eh? Mr. Hyungshik?”

“ya, tidak perlu takut dengannya. Dia guru yang lembek. Kau lihatkan tadi aku bersikap jutek padanya dan dia tak marah”

“i..iya”

“eng..lagi pula kau cantik dengan rambut itu” kata Yuri. Aku langsung menoleh kearahnya

“jinjja? Gomawo” jawabku tersenyum. Baru kali ini ada seseorang yang baru ku kenal berkata seperti itu padaku

——-

Kelas 1-5

Kami berdua memasuki kelas, belum ada guru. Dan bangku yang tersisa hanya 2 bangku di paling belakang

“sepertinya kita harus duduk di belakang Jessica”

“panggil aku sica saja. Aku tidak masalah, bagaimana denganmu?”

“aku juga, ayo kita duduk”

—–

“permisi, kalian punya pena lebih? Bolehkah aku pinjam?” Tanya seorang gadis yang duduk di depanku

“aku punya, ini”

“gomawo, siapa namamu gadis cantik?” tanyanya

“Jessica Jung. You can call me Sica” jawabku tersenyum

“nama yang bagus. Aku Taeyeon dan ini Tiffany. Dia temanku dari TK sampai sekarang, kedekatan kami lebih dari pacar loh hehe”

“penjelasanmu terlalu panjang Taeng” kata Tiffany sambil mengacak rambut Taeyeon

Aku bersalaman dengan mereka berdua. Aku senang mempunyai teman baru yang menarik, semoga masa – masa SMA ku tidak seperti masa – masa SMP

“Oh iya, ini Yuri. Kami berteman sejak tadi di ruang kepala sekolah”

“bangapseumnida” Yuri bersalaman dengan mereka berdua

“ne, bangapseumnida” jawab mereka berdua

————–

“Jessica, rumahmu dimana? Kuantar ya” tawar Yuri

“eh.. tidak usah, rumahku jauh sekali”

“gwenchana. Kalau mau nanya PR kan bisa kerumahmu hehe”

“tapi dari sini saja harus menempuh jarak 75 Km. aku takut terjadi apa – apa denganmu nanti”

“tenang saja aku sudah punya SIM lagipula aku pengendara yang handal kok”

“eng.. benarkah? Baiklah”

Akhirnya Yuri mengantarku pulang dengan motornya…
setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh…

“stop kiri Yul”

“yang ini? Sepi sekali rumahmu”

“tentu saja, aku hanya tinggal sendiri di rumah ini”

“oh iya, orang tuamu kan di luar negeri”

“mau mampir dulu?”

“mungkin lain kali ya, aku ada janji dengan ibuku. Mianhae”

“gwenchana. Jeongmal gomawo ya Yul”

“ne, Jessica?”

“iya Yul?”

“berjanjilah untuk pulang dan pergi sekolah denganku setiap hari”

“tapi kan rumahku ini sangat jauh Yul, aku tak mau merepotkanmu”

“kalau aku kerepotan mana mungkin aku menyuruhmu berjanji seperti itu, oke? Jebal”

“baiklah, terserah kamu”

“yeaah, aku pulang dulu ya. Besok pagi aku jemput, daah Jess”

“hati – hati Yul” jawabku sambil melambaikan tangan

Hari pertama sekolah aku sudah punya teman – teman yang baik. Semoga akan terus berlanjut…

“ciee, di anter siapa tuh” kata seseorang mengagetkanku

“Junyoung? Kau ini mengagetkanku saja!”

“tadi itu siapa Jess? Pacarmu?”

“pacar? Dia kan yeoja -__-“

“aku tau. Memangnya kenapa kalau dia yeoja?”

“masa aku pacaran sama yeoja. Gak mungkin kan?”

“haha awas kena karma Jess”

“karma? Lucu sekali kau Junyoung”

“tidak apa – apa kok Jess. Bukan hal yang tidak wajar kalau punya pacar sesama jenis”

“memangnya pacarmu namja atau yeoja?”

“kalau pacarku sih yeoja. Lagian Jess, temenmu tadi cantik dan cocok sekali denganmu”

“aah kau ini! Sudahlah aku mau masuk dulu, byee”

“byee Jess”

Haah, ada – ada saja tetanggaku itu

*****

Esok paginya….

06.00

Apakah Yuri sungguh menjemputku? Sepertinya tidak. Dari rumah dia kesini memakan waktu satu jam, dari sini ke sekolah juga satu jam. Jika kami masuk pukul 07.00 berarti dia harus berangkat pukul 05.00 dari rumahnya. Mana mungkin dia mau berangkat sepagi itu demi aku yang baru dikenalnya.

Tiin..tiin

Nuguseyo? Yuri?!!? Dia sungguh menjemputku?

“Yuri? Kau sungguh – sungguh menjemputku?”

“tentu saja, mana mungkin aku melanggar janji yang telah aku buat” jawabnya sambil melepas helmnya

“pasti kau belum sarapan”

“haha dari mana kau tahu?”

“dari suara perutmu, ayo kita makan bersama aku buat roti bakar di dalam

“hmm.. kedengarannya lezat, kajja”

……………..

“rumahmu bersih sekali Jess, ini semua kamu yang menata?”

“iya, aku suka sekali rumah ini, kecil tapi bersih dan nyaman”

“benar, aku jadi ingin mencoba tinggal disini”

“kesinilah kapanpun kau mau. Rumahku terbuka lebar untukmu”

“teghima kaghih sica. Hmm ingi engak sekahi (terima kasih Sica. Hmm ini enak sekali)” kata Yuri dengan mulut penuh makanan

“hei..hei.. telan dulu baru bicara” kataku. Hihi lucu sekali dia

In school

“Jessica-sshi, liat PRmu dong. Aku belum mengerjakan sama sekali”

“ini Yul..”

“Hei gadis pirang, siapa namamu?” Tanya seorang namja yang menghampiri mejaku

“untuk apa kau bertanya siapa  dia?” Yuri menjawab pertanyaan itu dengan dingin

“sudahlah Yul, aku Jessica Jung” kataku kepada namja itu

“nama yang cantik, aku Kwanghee. Bangapseumnida” kata namja itu. Ia lalu meninggalkan mejaku dan menghampiri teman – temannya

“hati – hati saja. Namja disini pada gak beres semua. Tuh lihat namja tadi, sepertinya dia bertaruh kepada teman – temannya untuk menanyakan namamu” Yuri menunjuk namja itu dan aku melihat namja tadi diberi uang oleh teman temannya

“kau benar, haha dasar”

************

Setelah beberapa hari disekolah…

“sica-sshi, kamu dipanggil sunbaenim di toilet atas” kata temanku Sooyoung

“iya, mereka kakak kelas yang berkuasa di sekolah ini loh. Beruntung kau, sepertinya kau diajak bergabung” tambah Sunny

“Jinjja? Jigeum?” tanyaku

“ne, jigeum”

“Yuri-sshi, aku keatas dulu ya”

“kutemani ya?”

“tidak usah, aku sendiri saja”

“baiklah kalau sudah selesai aku ada di parkiran”

“nee…”

***

Aku memasuki toilet atas, gelap sekali

“jadi kau yang namanya Jessica Jung” suara yeoja cantik berambut panjang mengagetkanku

“wah..wah kuning sekali rambutnya” kata temannya

“i..iya sunbaenim” jawabku takut

“kau tau Jessica Jung? Aku sangat tidak suka ada orang yang special di sekolah ini” yeoja berambut panjang itu menamparku dan menarik rambutku

Aku tak berani bicara, aku takut sekali..

“hei, bicaralah anak bodoh” yeoja itu menendang perutku

“ma..maaf sunbaenim” aku menahan tangis dan rasa sakit

“orang – orang sepertimu memang harus diajari kengerian sekolah ini! Sudah sana pergi!!”

Aku berjalan menuju parkiran dengan wajah memar dan tubuh sempoyongan

“S..Sica.. kamu kenapa?!!?” Tanya Yuri panik

“gwenchana.. ayo pulang saja”

“tapi bibirmu berdarah, wajahmu memar, rambutmu berantakan. Siapa yang membuatmu begini? Kita ke rumah sakit ya?”

“aku tidak apa – apa. Aku mau pulang saja”

“ba..baiklah..”

Yuri Pov

Kenapa sebenarnya anak ini? Siapa yang membuatnya begini?
Tiba – tiba ia tertidur di punggungku, aku menggenggam tangannya yang berpegangan di pinggangku

@Jessica home

Kasihan sekali anak ini jika aku bangunkan. Lebih baik aku gendong dia ke kamarnya dan merawatnya..
Setelah memasuki rumah Jessica dengan kunci yang ada di tasnya, aku merawatnya dengan hati – hati. Wajah cantiknya dilukai, sampai aku mengetahui pelakunya aku tak akan tinggal diam!

Sambil menunggu dia bangun aku menelusuri rumahnya. Aku tidak melihat satupun foto orang tuanya, mestinya jika ditinggal orang tuanya keluar negeri ia memasang foto kan biar tetap ingat? Tapi ada satu foto yang menarik perhatianku. Foto Jessica yang masih SMP dengan seorang namja tampan, di bawah foto itu ada tulisan “Kevin Jung & Jessica Jung” . Kevin Jung? Berarti dia kakaknya Jessica. Kemana dia?

Jessica Pov

Ngg.. kenapa aku ada di kamar? Bukankah aku tadi di motor Yuri.. Aaww pipiku sakit sekali..
ada kain dan air hangat di sampingku. Apakah Yuri yang membawa dan merawatku?

“Jessica kau sudah bangun?” Yuri memasuki kamarku

“Yuri, kamu yang merawatku? Terima kasih ya”

“ne, gimana keadaanmu?”

“sudah tak apa berkatmu”

“Sica, aku mau tanya..”

“ya? Mau nanya apa?”

Drrt..drrt.. handphone Yuri bergetar

“hallo eomma?………… ya?…….. baiklah aku segera pulang. Byee”

“ada apa Yul? Apa yang ingin kau tanyakan?”

“tak apa lain kali saja. Kau sudah tidak apa – apa kan? Aku pulang dulu ya”

“iya aku sudah baikan. Sekali lagi terima kasih, hati – hati di jalan”

“istirahatlah malam ini. Besok pagi aku jemput”

“baiklah..”

****

Berminggu – minggu setelah kejadian itu…

Aku sedang menunggu Yuri yang sedang mengikuti ekskul karate. Tiba – tiba kakak kelas yang waktu itu ikut menghajarku menghampiriku dan menariku dengan paksa

“s,,sunbaenim. Aku mau dibawa kemana?”

“teman – temanku ingin bicara denganmu di toilet atas. Cepatlah jalannya anak bodoh!”

………………..

“wah..wah.. kau berhasil membawa anak ini Hyoyeon” kata yeoja berambut panjang yang waktu itu

“tentu saja Victoria, anak ini tadi sedang menunggu sendirian di parkiran. Sekarang kita apakan dia?”

“Sulli, Luna, Hara, Hyoyeon. Laksanakan tugas kalian” kata Victoria sunbaenim itu sambil menghisap rokoknya

Saat itu juga gerombolan kakak kelas menghajarku. Ada yang menendang dadaku, menamparku, meninjuku dan memukul kepalaku dengan tongkat baseball. Sebenarnya apa salahku?

“HAHA Jessica Jung. Apakah kau tau pacarku Amber selalu membicarakanmu di depanku? Kali ini aku membalas sakit hatiku dengan menghajarmu hahaha” kata Victoria sunbaenim

Mana aku tahu siapa pacarmu dan mengapa ia membicarakanku. Lagi pula kenapa malah menghajarku harusnya kau hajar saja pacarmu. Tuhan tolong aku T____T

“BERHENTI!!!” aku yang setengah pingsan ini melihat Yuri dengan pakaian karatenya

“siapa kau? Pacar anak ini? Tidak usah sok jagoan deh” kata Victoria sunbaenim

“sekali saja kalian masih menyentuh anak itu kubuat kalian tidak bisa melihat matahari besok!”

“jinjjayo? Ayo teman – teman. Bereskan dulu anak sok tahu ini”

Yuri apa yang kamu lakukan? Lari lah, lari sekuat mungkin!! Aku tidak mau kau kenapa – kenapa. Jika aku bisa bersuara, jika aku bisa bergerak akan kupaksa kau untuk berlari..

“hei bocah, sebaiknya kau telepon ambulan untuk membawamu dan anak ini” kata Hyoyeon sunbaenim

“baiklah jika itu maumu..”

Tuut..tuutt…

“hallo Seoul Hospital? Tolong kirimkan ambulance berjumlah …1..2..3..4..5… . 5 ambulance ke SHS Dongguk”

Tuut.tuut..

“sialan, untuk apa kau mengirim 5 ambulan hah?”

“aku sudah bilang akan membuat kalian tidak bisa melihat matahari esok. Untuk mengantisipasinya aku mengirim 5 ambulance untuk 5 sampah seperti kalian”

“kurang ajar!! Ayo serang chingudeul!!”

5 lawan 1. Gerombolan kakak kelas itu membawa senjata semua sementara Yuri hanya dengan tangan kosong. Aku tak sanggup melihatnya.

BRAAK.. BRUUUK.. BRAKKK…. BRUUKK…

Aku membuka mataku.. dan sangat terkejut dengan apa yang kulihat.
Gerombolan kakak kelas itu jatuh terkapar semua. i..ini semua Yuri yang melakukan? Dia mengingatkanku pada orang itu…

“Jessica? Are you OK? Omo.. kepalamu berdarah. Tunggu sebentar, aku akan membunuh orang – orang ini dulu”

“sudahlah Yul, ayo kita pulang saja”

“tapi kau harus kerumah sakit dulu!”

“baiklah.. ayo kita ke rumah sakit”

“hei para sunbaenim babo. Untungnya Jessica melarangku untuk membunuh kalian, tapi jika kalian masih berani menyentuh Jessica lagi aku tak akan ragu dan tak akan ada yang bisa menghentikanku untuk membunuh kalian semua. Arreseo?”

“ne..ma..maafkan kami” kata Victoria sunbaenim yang sedang terkapar

“Ayo Jess, aku tak mau kau tambah parah” Yuri menggendongku di punggungnya

@Hospital

“jadi bagaimana keadaannya dok?”

“dia tidak apa – apa. Hanya benturan keras di kepalanya membuat dia sedikit pusing. Aku sudah memberi obat dan telah memperban kepalanya. Kira- kira bisa sembuh dalam dua hari”

“berarti selama dua hari kedepan kau harus istirahat total Jess”

“iya yul..”

“baiklah dok. Gamsahamnida”

“cheonmaneyo..”

***

@Jessica’s home

“sica, aku akan menginap disini sampai kau sembuh”

“jinjja? Nanti kalau orang tuamu mencarimu bagaimana?”

“aku sudah bilang sama eomma dan appa dan mereka sudah mengizinkanku tenang saja”

“gomawo, maaf telah merepotkanmu lagi”

“gwenchana Jess J”

….

“jadi kakak kelas itu ada masalah apa denganmu?”

“mereka tidak suka ada yang special di sekolah. Lagi pula aku sudah terbiasa dibully kakak kelas sejak SMP, punya rambut seperti ini memang selalu dibenci kakak kelas walau berkali – kali dibilang bahwa ini rambut asli haha..”

“mereka hanya orang – orang yang iri”

“haha aku kaget kau berhasil mengalahkan 5 kakak kelas seorang diri”

“tentu saja. Dari SD aku selalu menang olimpiade Karate tingkat nasional. Oh iya, pertanyaanku waktu itu belum kusampaikan. Bolehkah kutanyakan sekarang?”

“tentu saja..”

“ngg.. anu.. apakah Kevin Jung itu kakakmu?”

“MWO??!! Dari mana kau tau dia?”

“aku melihat fotomu dengannya di ruang tengah..”

“ya.. dia kakakku..”

“dimana dia sekarang? Di luar negeri juga?”

“di…dia sudah meninggal”

“hah? Maaf Jess..bukan maksudku..”

“gwenchana…”

“kalau boleh tau kenapa kakakmu meninggal?”

“kakak ku pernah bercerita, saat aku masih di Amerika, aku berumur 3 tahun dan kakakku berumur 17 tahun. Ayahku iblis, ibuku pelacur. Jika anaknya menangis akan dipukuli sampai berhenti. Saat itu kakakku menyembunyikan aku dan adikku yang masih berumur 1 tahun dari orang tuaku. Daripada menganggap kami berdua sebagai adik, kakakku lebih menganggap kami sebagai anaknya karena usia yang terpaut jauh. Kakakku mencuri uang ayah untuk kabur kerumah nenek kami di korea, setelah berhasil kami bertiga berangkat ke korea tanpa sepengetahuan orang lain. Nenek sangat terkejut ketika kami bertiga sampai ke rumahnya. Berbulan bulan kami hidup bahagia di korea tiba – tiba ayah datang ke sini. Ayah mengira nenek yang menghasut kami agar kami datang kesini. Aku dan kakak melihat ayah mengamuk dan membunuh nenek di depan mata kami. Kakak membawaku kabur dari situ dan kami lupa membawa adikku Krystal. Saat ingin menjemput Krystal, ayah sudah pergi dari situ dan membawa Krystal kembali ke amerika lalu kakakku menangis hebat. Sampai sekarang belum ada yang tahu jika ayahlah pelaku pembunuhan nenek, kakak tidak mau memberitahu karena ia takut tak ada yang merawat Krystal jika ayah dipenjara. Walaupun begitu hingga detik ini aku tak tahu keadaan Krystal. Lalu pamanku membelikan rumah ini untuk aku dan kakakku. Kami berdua hidup dengan tenang tanpa orang tua, walau kadang aku melihat kakak menangis karena menyesal tidak membawa Krystal waktu itu.

Tahun demi tahun berlalu. Aku tumbuh menjadi gadis remaja dan kakakku bekerja di sebuah perusahaan kecil untuk menghidupi kami berdua. Saat upacara penerimaan murid baru SMP kakak mewakili orang tuaku. Kakak adalah segalanya bagiku, setiap berangkat dan pulang sekolah kakak selalu mengantarku.

Kakak selalu bilang padaku “oppa suka rambut Jessica yang blonde dan panjang” dengan eye smilenya. Perasaanku sangat senang dan aku berniat akan terus memanjangkan rambut ini. Keadaan berubah semenjak kakak kelas membully ku. Saat aku kelas 2 SMP ada gerombolan kakak kelas yang membenciku, lalu mereka menghajarku dan memotong rambutku. Mau tidak mau aku harus merapihkan potongannya dan rambutku menjadi pendek. Saat sampai rumah kakak kaget dan bertanya “mengapa kamu memotong rambutmu?” aku menjawab “hanya ingin ganti suasana”. Lalu tampak jelas raut wajah kakak begitu kecewa. Untuk pertama kalinya pada malam itu kami tak saling bicara sepatah katapun.esok paginya pun kakak mengantarku ke sekolah tanpa bicara apa – apa. Saat pulang sekolah kakak tidak menjemputku lalu kuputuskan untuk pulang sendiri. Saat sampai rumah aku kaget melihat rumahku dipenuhi orang – orang. Ternyata kakakku…kakakku meninggal Yul…” aku tak kuasa menahan  tangis

“tenang sica..tenang” Yuri menenangkanku. Air matanya ikut jatuh
”kakakku meninggal saat berangkat kerja. Ia tertabrak truk karena supir truk itu mengantuk. Akhirnya aku tinggal sendirian sampai saat ini dengan dibiayai oleh paman – pamanku. Di sekolah pun aku masih di bully sama kakak kelas sampai pada suatu hari ada gadis cantik yang menolongku. Gadis itu bernama Yoona, ia gadis yang kuat spertimu. Ia selalu melawan kakak kelas yang membullyku. Semenjak ada dia hidupku selalu aman dan kesedihanku sepeninggalnya kakak juga perlahan mulai berkurang. Tapi saat kami naik kelas 3 dia harus pindah ke Indonesia karena pekerjaan ayahnya. Kesedihanku bangkit kembali. Tapi aku sadar jika aku sedih terus pasti kakak akan sedih juga di alam sana dan perasaan Yoona tidak tentram di Negara barunya jika aku sedih terus. Karena itu aku terus memanjangkan rambutku sebagai bukti percayaku pada Yoona dan agar kakak tidak kecewa lagi”

“cukup Sica, aku tidak kuat mendengar kisahmu” Yuri memelukku

“……”

“mulai sekarang jangan jauh – jauh dariku, aku akan selalu melindungimu” isak Yuri sambil tetap memelukku

“aku sayang padamu..aku suka denganmu when first time I saw you… saranghaeyo Jessica. Jadilah…jadilah pacarku Jessica” lanjutnya

“Yuri….”

“kumohon…”

“Kita best friend saja ya…”

TBC

26 Tanggapan to “FF: The Blonde Girl and The Hero”

  1. YulSicspazzer.NurulAnisa Mei 1, 2011 pada 4:35 pm #

    Keren unnie, saya juga ikut nangis mendengar kisah jessica, nggk sabar part selanjutnya, mereka jdi bestfriend? tapi cocoknya jdi pasangan unnie (pencinta yulsic) \m/ hehe..

  2. akkeanayu Mei 1, 2011 pada 5:08 pm #

    wah wah
    yulsic pacaran??
    Ku tunggu ke lanjutannya ya

  3. JunJun Mei 1, 2011 pada 6:53 pm #

    Sedih banget kisahnya….
    Sumpah ya, Aku jadi pingin nangis..
    YulSic 4ever🙂

  4. riraray Mei 2, 2011 pada 12:44 am #

    FF baru lg ya..

    Sica mmg cantik dgn rambut blonde ny, pantas aja banyak yg suka..

    Itu sunbae” kejam sekali
    Lgsg mukul aja, kasian Sica yg gag tau apa”
    Untung gag dibunuh Yul kalian !
    Sana pergii..

    Ceritany sedih, bagus gag dilanjutin ntar aku ikutan nangis😮
    Kenapa cm bestfriend?
    Sica juga suka kan ma Yuri?
    Penasaran bgt chingu
    Lanjutnya jgn lama” yah^^

    • welovesnsdfanfiction Mei 4, 2011 pada 11:12 pm #

      hooh :3

      kalo dibunuh Yul ntar Yul masuk penjara terus kita gak bisa nonton SNSD ber9 lagi😥 #plaak

      hooh, itu udah terbit kok😀

  5. Dilan Mei 2, 2011 pada 3:27 pm #

    Lanjt thor

  6. winz Mei 2, 2011 pada 7:51 pm #

    knp jd best friend ? Jd pasangan kekasih aja :p , wkwk .. Kasian sicca sering d bully ..
    Lanjut thor

  7. hikarinlee Mei 2, 2011 pada 7:57 pm #

    yuri nanggung, pdhl bunuh ja skalian tu org2 yg dah nyiksa sica.ckck..
    bestfriend ja? waeyo sica?
    ayo yuri..tetap smgt dapatkan cintamu.hahay~
    dtnggu lanjutan.x😀

    • welovesnsdfanfiction Mei 4, 2011 pada 11:15 pm #

      wkwk ntar dia masuk penjara kaya mana? haha siip tunggu lanjutannya ya ;D

  8. prima Mei 2, 2011 pada 10:53 pm #

    wae? kok cuma bestfriend aj? aq trharu dg kisahnya chinggu,,,

  9. CallMeElse Mei 3, 2011 pada 12:14 am #

    Yoona ke Indonesia?? dimana?? langsung buka peta Indonesia.. *geografi dapet jelek, buta peta*

    ff baru daebak!! aku suka alur ceritanya.. wuaahh jujur ya.. mau itu ayah Jessica, jika dia berani kaya gitu sama kakak saya.. saya juga bisa bunuh orang itu.. *keluar urat*

    terus Kevin jung.. mati?? huueee…
    kak Sica, aku juga bisa berantem, aku pernah ikut tapak suci.. dengan senang hati aku jadi bodyguardmu.. sampai kamu nikah aku rela.. apa2 an mereka beraninya kroyokan.. main asal pukul kaya gitu lagi.. heh!!
    memang dimana2 Yuri itu adalah sosok seorang hero sejati.. *plok..plok..plok….!!*

    emm.. sica ngaak cuma best friend doang itu karena Yoona kah??
    Yuri aja deh.. kakak saya yang sati itu baik, setia *agak ragu* pemberani, pokoknya daebak!!

    lanjut faraa… SEMANGAT!!

    • welovesnsdfanfiction Mei 4, 2011 pada 11:27 pm #

      di lampung El wkwkwk #plaak

      haha makasih ya El *peluk el* (ayo kita bunuh tapi bukan ayah Jessica yang beneran loh)

      hooh dia mati T__T
      waah kalo jadi bodyguard sica aku juga mau :Q

      ahaha rahasia deh :p

      makasih El😄

      • CallMeElse Mei 6, 2011 pada 3:48 am #

        Waaaww?? ternyata kenal saya ya?? *garuk2*
        #PRUANG!!
        *ditimpuk panci*

        whoow… di lampung?? hampir deket dong.. saya di palembang neh…

        berpelukaaaannn…. *teletubies*
        jangan ayahnya beneran.. ayah jessica kan ayah saya juga… (??)a

        yiah rahasiaan… percuma.. saya bis ni mau langsung cabut ke part 2…hohohohohoo… *gosok2 tangan*

        sama2…. kwon fara ^3^

  10. rizzuu Mei 3, 2011 pada 10:46 am #

    yuri kuat! keren,,😄
    ga sbar bwt nnggu lnjtn na,,😀

  11. snowholly Mei 3, 2011 pada 10:56 am #

    kenapa cuma jadi best friend ya😦 ? hmmm apa karna sica suka sama yoona?#tebak…

    hihihi ga kebayang kalo yoona ke indonesia benaran.. sudah tak culik beneran#PLAK!

    nice ff!!🙂

    • welovesnsdfanfiction Mei 4, 2011 pada 11:36 pm #

      sebenernya karena Sica suka sama kamu😥 #plaak wkwkwk

      yaah jangan culik kakakku dong wkwk ;p

  12. megashan Mei 4, 2011 pada 5:29 am #

    mwo!?
    Knp yul dtolak sica??😮
    Awaz ntar klo d ambil org lain mewek termehek2 lho😛

  13. megashan Mei 4, 2011 pada 6:31 pm #

    mwo?! Ditolak?!! O.o

  14. minChan Mei 5, 2011 pada 10:54 am #

    Ngakak bacanya.
    Yoona pndah ke indo qiqiqi

  15. dubidubi Mei 5, 2011 pada 6:54 pm #

    yoona ke indonesia ?1 mana..mana ???
    ntar aku cari dah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: