FF: The Blonde Girl and The Hero (2)

5 Mei

-cast:

Yuri and Jessica

– Yoona

-Krystal

-Amber

– Victoria cs

-Junyoung

Author: Kwon Faraa ♥

The Blonde Girl and The Hero part 2

don’t be silent reader ok?

“jadi kau tidak mau jadi pacarku?…”
“aku belum selesai bicara. Kita best friend ya, sekaligus berpacaran”
“hah? Maksudnya?..”
“begini.. singkatnya aku mau jadi pacarmu”
“Jinjja? Jangan membohongiku Sica”
“aku tidak bohong.. aku sungguh – sungguh”
“katakan bahwa aku tidak bermimpi…”
“kau tidak bermimpi Kwon Yuri” aku mencubit pipi Yuri
“aaw.. kalau begitu GOMAWOOOOO” Yuri kegirangan dan memeluk diriku dengan kencang
“aduuuhh, badanku masih sakit semuaa tauu!!”
“eh.. mianhae hahaha”

………………………………………………………..

“sica, malam ini kita makan apa?”
“aku mau masak yang special buat merayakan hari jadi kita.. kajja temani aku ke supermarket”
“ne. aku siap – siap dulu”

******

“selada, beef, tomat, kentang, wortel, penyedap rasa, apel, jeruk.. emm apalagi ya?”
“kamu mau masak apa sih?”
“aku mau masak Beef Steak buat suamiku tersayang♥”
“ waah, aku tak menyangka Jessica Jung bisa memasak”
“tentu saja. Ini kan hanya di fanfiction hahaha”
“-___- . sudah kan? Ayo ke kasir”
“oke, kau yang bayar ya?”
“haha tenang saja..”

________________

Esok paginya…

“Sica-sshi. Aku berangkat sekolah dulu, kamu gak boleh ikut karena kamu masih sakit. Mengerti?”
“mengerti Yul eomma. Hati – hati di jalan”
“eomma? Oke baiklah dadaah”
“tunggu. Kamu melupakan sesuatu =3=”
“apa itu..?”
“kamu belum kisseu aku”
“huahahaha dasar. Karena kamu belum cukup umur jadi aku kisseu di keningmu saja ya.. muaah”
“bukannya aku lebih tua darimu ya? Huuh dasar” gumamku
“apakah kamu bicara sesuatu Sica?”
“eh? Enggak kok. Haha yasudah sana ntar terlambat”
“oke. Byee”

Haah.. dasar anak itu…

“Cieeee hahahaha” terdengar seperti suara…
“JUNYOUNG?!!? Apa yang kamu lakukan? A..apakah tadi kau melihat kami?”
“sebenernya aku melihatnya tapi aku pura – pura tidak lihat saja deh hahaha”
“huaaa kumohon rahasiakan ini”
“tidak ada yang perlu di rahasiakan Jess. Tuh kan kalian jadian haha”
“iya.. sepertinya aku terkena karma yang waktu itu”
“tuh kan apa kubilang. Jadi, siapa nama gadis itu?”
“Yuri. Kwon Yuri”
“nama yang bagus. Kenapa kau tidak sekolah hah?”
“aku lagi sakit…”
“ahh alasanmu saja. Yasudahlah aku mau sekolah dulu, salam ya buat pacarmu”
“enak saja. Ne, hati – hati Junyoung”
“oke…”

—————————–

17.00

Kemana Yuri? Bukankah jam sekolah sudah berakhir 2 jam yang lalu? Jangan – jangan dia pulang kerumahnya..

took…took..took

“nuguseyo..?” siapa itu yang datang?
“annyeong. Ini rumah Jessica Jung? Kami mau mengantar barang – barang ini atas nama Kwon Yuri”
“barang – barang apa pak?”
“barang – barang pindahan. Kami taruh disini semua ya”
“eh.. tunggu..”
“waah.. barang – barangku sudah sampai ya” Yuri datang dengan motornya
“Yuri? Apa – apaan ini? Kenapa semua barangmu dipindahkan ke rumahku?” tanyaku heran
“aku sudah bilang sama eomma dan appa untuk tinggal sendiri agar aku bisa mandiri, karena itu aku memutuskan untuk tinggal disini. Kau tidak keberatan kan?”
“jadi aku dan kamu tinggal satu rumah?”
“iya begitulah. Tidak apa – apa kan?”
“ngg.. ne, gwenchana”
“horeee.. baiklah ahjusshi, taruh sini saja semua. Ini uangnya”
“ne. gamsahamnida”
“nah Sica, ayo bantu aku memindahkan ini semua”
“ne..”

setelah memindahkan semua barang Yuri kami beristirahat di ruang tengah

“ini greentea nya. Minumlah, kau pasti lelah”
“thx my wife..”
“kenapa kau gak bilang dari kemarin sih kalau mau tinggal disini. Hampir saja kurir tadi aku usir”
“aku suka memberi surprise haha”
“bagaimana keadaan sekolah selama tidak ada aku?”
“sangat tenang bagaikan surga hahaha :p”
“ahh kau ini. Yang serius dong” kataku sambil memukul pelan pundak Yuri
“haha just kidding. Yaah, semua orang di kelas bertanya – tanya mengapa kau tidak masuk sekolah. Sampai aku sedikit cemburu”
“haha kenapa kau cemburu?”
“aku hanya takut semua anak dikelas menyukaimu ”
“haha kau terlalu berlebihan Yuri-ah”
“cemburu adalah hal yang wajar dalam percintaan Jessica Jung”
“begitu? By the way kau tau tidak kalau kau itu adalah my first love?”
“jinjja? Masa yeoja secantik kamu belom pernah punya pacar?”
“sungguh. Seperti katamu, aku belum cukup umur haha”
“haha walaupun kau bukan cinta pertamaku tapi mudah – mudahan kau adalah cinta terakhirku”
“maksudnya?.. sebelumnya kau sudah punya pacar? Siapa dia?”
“waktu aku SMP aku punya pacar namanya Seohyun. Dia cantik sepertimu”
“lalu kenapa putus?”
“haha, ayahku dan ayahnya ternyata adalah musuh bebuyutan. Jadi aku dan dia tidak boleh berdekatan. Lalu dia lebih memihak ayahnya daripada cinta kami, yasudah akhirnya kuputuskan untuk berpihak pada ayahku juga. Sampai sekarang setiap kami bertemu aku selalu mengacuhkannya dan pura – pura tak melihatnya”
“begitu ya. Turut berduka cita ya..”
“hey.. yang penting kan aku sudah punya kamu. Manusia bermuka Barbie dan berambut seperti permen :p”
“kamu ini menyindir atau memuji? kamu mandi dulu, air hangatnya udah aku siapin. Aku mau masak buat makan malam ”
“ne chagi..”

————————–

21.30

“kamu mau tidur bersamaku atau di kamar sebelah Yul?”
“karena aku tidak berani tidur sendiri jadi aku mau tidur bersamamu saja”
“wahaha masa preman gak berani tidur sendiri”
“preman kan juga manusia, aku mau ganti piyama dulu kamu gak boleh liat”
“memangnya siapa yang mau liat kamu ganti baju hah?”

*****
Yuri Pov

Aku gak bisa tidur padahal udah jam 23.30. sementara Jessica yang berada di sampignku udah tertidur pulas. Aku mau memperhatikan wajah Sica saja deh, siapa tau bikin ngantuk.

……………………….

Betapa beruntungnya aku mendapat Jessica, cantik, polos, baik, ramah pokoknya semua kesempurnaan ada di dalam dirinya. Tambah lagi aku adalah first lovenya. Tunggu, kalau aku adalah first lovenya berarti dia belum dapat first kiss dong? Aha, pikiran nakalku mulai muncul. Pelan – pelan aku mendekati bibirnya dan chu~♥ sudah lama aku tak berciuman. Terakhir waktu SMP bersama Seohyun sehari sebelum kami putus

“aaahh”

Jessica mendesah, dia mengigau. Dan membuatku semakin… aggghhhh
aku makin bernafsu menciumnya. Tanpa sadar ciumanku menjalar ke lehernya. Dia terangsang, sesekali ia menggeliatkan badannya karena kegelian. Aku yang sedang dikuasai nafsu ini pelan – pelan membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan Jessica. Tiba – tiba Jessica terbangun

“HEY GIRL!! WHAT ARE YOU DOING?!!” Jessica berteriak, segera aku membekap mulutnya
“sst..santai saja. Enjoy it”

aku kembali melanjutkan ‘pekerjaan’ku tadi. Sekarang piyama Jessica sudah terbuka tetapi aku mengulang pekerjaanku dari awal. Mencium bibirnya lalu menjalar ke lehernya

“Yuri!! Geliii >.< ahh”

Aku tak memperdulikannya, lalu ciumanku menjalar ke dadanya. Karena dia tadi memakai piyama jadi dia tak memakai bra.

“Yuri!! Stop it!!” Jessica mendorongku dan dia menutup kembali piyamanya
“ayolah Jessica, ini malam pertama kita”
“a..aku belum siap Yul. Maafkan aku” jawab Jessica sambil menahan tangis
“tidak.. akulah yang seharusnya minta maaf. Maafkan aku karena terlalu terbawa nafsu” kataku tertunduk
“gwenchana, aku hanya shock sedikit”
“lanjutkanlah tidurmu”
“ne Yul..”

****

berhari – hari kemudian..

“Sica-sshi, ini kan hari minggu bagaimana kalau kita jalan – jalan?”
“ide bagus. Kita jalan kaki saja ya biar hemat bensin”
“oke. Aku ambil jaketku dulu”

……………………………

kami jalan – jalan di pusat pertokoan, setiap butik kami hampiri untuk mencari baju yang bagus. Aku membelikan Jessica gaun yang cantik sementara aku hanya mencari sepatu olahraga. Aku tak tertarik dengan baju – baju yang lagi ngetrend sekarang.
lalu kami jalan – jalan di pusat kota Seoul dan mencoba makanan – makanan pinggir jalan. Aduuh aku kebelet buang air kecil.

“sica-sshi, kamu tunggu di sini ya. Aku mau cari toilet dulu”
“haha. Okee, jangan lama – lama ya”

Jessica pov

aku menunggu Yuri yang sedang ke toilet tiba – tiba ada orang menghampiriku

“hei Sica…”
“Amber sunbaenim?”
“ya. Sedang apa kau disini?”
“sedang jalan – jalan dengan pacarku tapi dia sekarang lagi ke toilet makanya aku menunggu disini”
“pa..pacarmu?”
“ne.. wae unnie?”
“oh. Gwenchana..”
“unnie sendiri ngapain disini?”
“aku sedang jalan – jalan juga”
“sama siapa? Sendiri aja?”
“sama Vic.. eh, iya aku sendirian. Kalau begitu aku duluan ya, hari semakin sore byee Sica”
“byee unnie”

…………………………

“tadi itu siapa Jess?” tanya Yuri yang baru datang
“eh Yuri? Itu tadi Amber sunbaenim, kakak kelas kita”
“wah kamu punya banyak penggemar ya”
“ah tidak. Aku kenal dia karena dia koordinator ekskul Tennis. Ekskul yang sama sepertiku”
“dia keren. Kamu suka ya sama dia?”
“ah jangan mengada- ada. Lagipula dia itu pacarnya..”
“pacarnya siapa?”
“ah lupakan. Ayo kita pulang Yul”
“kamu aneh. Baiklah ayo”

****

“kenapa lewat gang sepi seperti ini sih Yul?”
“ini jalan alternatif, akan cepat sampai jika lewat sini”
“apakah kau merasa ada yang mengikuti kita?”
“ani. Memangnya kau merasa?”
“iya, aku takut”
“jangan takut, sini aku gandeng”

…………………………………………..

PRAANGGG

aku melihat Yuri pingsan disampingku, kepalanya berdarah dihantam botol oleh…

“VI…VICTORIA SUNBAENIM?”
“hai bocah. Kita ketemu lagi…”
“unnie.. ada apa?!!!? Bukankah masalah kita sudah selesai?”
“selesai katamu? Temanmu itu sudah membuat kami masuk rumah sakit selama 3 hari tau. Ditambah lagi kau tadi mendekati Amber kan?!!!”
“ma..maafkan aku unnie..”
“akan kumaafkan jika aku telah membunuhmu. Bersiap – siaplah”
“toloong…toloong.. siapa saja tolong aku” aku berteriak kencang
“teman – teman. Bungkam mulut anak ini”
“okee” aku melihat keempat sunbaenim yang dulu ikut menghajarku sedang mengepungku
…………………………………………………

HIAAAATTTT……..BRAAAK BRUUK BRAAK BRUUK

Lagi – lagi aku diselamatkan oleh orang. Siapa orang itu?

“keterlaluan kalian. Lima orang melawan 2 orang,dasar pengecut” kata wanita misterius itu
“aduuh kepalaku.. beraninya kau menendang kepalaku. Kau ini siapa?” tanya Victoria unnie
“aku hanya orang biasa yang kebetulan mendengar suara teriakan. Yasudahlah jangan banyak bicara, ayo kita mulai”
“lagi – lagi datang orang sok jagoan. Sepertinya anak berambut kuning ini selalu beruntung. Ayo chingudeul, kita hajar dia”

Siapa wanita ini? Sepertinya aku pernah melihatnya..

BRAAK BRUUK BRAAK BRUUK

Unbelievable. Seperti waktu itu, 5 orang kakak kelas kalah oleh seorang gadis.

“siaal, Jessica kali ini kau selamat. Besok – besok jangan harap kau bisa selamat lagi. Ayo teman – teman, sepertinya kita harus masuk rumah sakit lagi”
………….

“kau tidak apa – apa kan?” tanya gadis itu
“ya. Kau siapa? Apakah kita pernah kenal sebelumnya?”
“sebentar.. apakah kau Jessica?”
“ne.. jangan – jangan kau.. YOONA?”
“ya. Ini aku, Yoona”
“kamu.. aku tak percaya kita bertemu kembali”
“kita lanjutkan ngobrolnya nanti, sekarang ayo bawa temanmu itu kerumah sakit sebelum dia kehabisan darah dan mati”
“oh iya Yuri. Aku telepon Ambulan dulu”

****
@hospital. Unit Emergency

“Yuri!! Yurii!!”
“kalian temannya? Silahkan tunggu di luar dulu, kami akan memeriksanya” kata dokter
“kita duduk di situ dulu Sica”
“ne..”
…..
“apa kabarmu? Kau masih belum berubah ya, masih tetap cantik seperti dulu”
“terima kasih Yoona, kapan kau kembali kesini?”
“aku kesini saat masuk SMA, aku pindah lagi kesini”
“jinjja? Lalu kenapa tadi kau bisa menyelamatkanku?”
“aku tadi mencari rumahmu karena menurut informasi yang aku dapatkan kamu belum pindah rumah, lalu tadi aku sedikit tersesat dan mendengar suara teriakan tak tahunya itu kamu”
“oh begitu”
“kamu pucat sekali. Memangnya perempuan itu siapa kamu?”
“dia..dia pacarku”
“mwo?! Pacarmu?”
“ia. Dia sama sepertimu, selalu melindungiku”
“benarkah? Jangan bersedih begitu. Aku yakin dia tidak apa – apa”
“aku harap juga begitu..”

……………………..

“dokter, bagaimana keadaanya?”
“dia gegar otak ringan, tapi tidak sampai amnesia. Dia akan sering mengalami pusing”
“Yuri..😥 . bolehkah aku melihat dia?”
“tentu saja. Tapi dia belum sadar”
“tak apa. terimakasih dok”

………………………….

“yuri..maafkan aku. Karena diriku kau jadi begini” aku menangis sambil menggenggam tangan Yuri
“Sica.. tenang..” Yoona menenangkanku
“aku hanya pembawa sial bagi dia Yoong T__T”
“tidak..kau tidak seperti itu. Ini hanya cobaan dari Tuhan, kau harus sabar menghadapinya”
“si…sica?” Yuri mulai sadar
“Yuri!! Akhirnya kau sadar juga sayang”
“k..kamu tidak apa – apa kan?”
“bodoh.. jangan menghawatirkan aku” air mataku keluar lagi
“haha.. ba..baguslah kalau kamu baik..baik saja”
“sica, aku pulang dulu ya. Besok aku akan bertemu denganmu lagi”
“baiklah Yoona, terima kasih yang sebesar – besarnya. Besok aku menunggumu disini. Hati – hati ya”
“hehe iya..”

………………………….

“sica, dia siapa?” tanya Yuri
“dia orang yang pernah kuceritakan padamu. Yoona”
“mwo? Kenapa kau bisa bertemu dia?”
“entahlah, dia menyelamatkanku dari serangan Victoria unnie and the gang”
“begitu kah? Baguslah kalau begitu”
“sebaiknya kau istirahat dulu Yuri. Aku akan menjagamu”
“sebaiknya kau juga istirahat Sica”
“tidak mau, aku mau menjagamu saja”
“baiklah. Terimakasih ya”
“tidak perlu berterima kasih”

………………………….

esok paginya

Hoaam ngantuk sekali, sepertinya aku ketiduran disamping ranjang Yuri. Loh, Yuri mana?

“sudah bangun Sica? Apakah tidurmu nyenyak?”
“Yuri? Kenapa kau jalan – jalan seperti itu. Bukankah kau masih sakit dan harus tidur di ranjang?”
“nanti badanku lumutan jika tidur terus, kau tidak sekolah?”
“tidak, aku mau menjagamu saja. Lagipula peralatan sekolahku ada di rumah semua. Kalau aku pulang dulu pasti akan terlambat”
“oh begitu haha. Oh iya, kata dokter hari ini aku boleh pulang”
“jinjja?”
“iya, aku benci rumah sakit dan ingin segera pulang saja”
“oh begitu..”

****

“Huaaah akhirnya sampai juga di rumah”
“kamu belum boleh keluar rumah dulu. Sana tidur di kamar, aku akan masak bubur dulu buatmu”
“ne, eomma Sica”
………………….

TING TONG

Siapa itu?
“nuguseyoo..?? oh Yoona, maaf aku tak mengabarimu kalau kami sudah pulang ke rumah”
“ah gwenchana. Bolehkah aku masuk?”
“ne. silahkan..”
“wah, rumahmu sekarang ramai dengan barang – barang ya”
“yah begitulah, pacarku tinggal satu rumah denganku”
“oh iya, ini aku bawakan buah untuk pacarmu”
“terimakasih, maaf telah merepotkanmu Yoong. Yuri lagi istirahat di kamar”
“aku tidak merasa direpotkan kok. Yasudahlah biarkan dia istirahat saja. Oh iya ada yang ingin kubicarakan denganmu”
“tentang apa?”
“tadi saat aku ke toko buah aku melihat ada turis yang sedang kebingungan lalu aku mengajak dia mengobrol dia bilang dia dari Amerika mencari seseorang yang tinggal di korea. Anehnya, dia punya nama korea tetapi dia tidak bisa bahasa korea”
“benarkah? Lalu dimana dia?”
“dia ada di mobilku, aku tak tega melihatnya tersesat di korea. Sebentar aku panggilkan dia dulu”
“oke, aku siapkan minuman dulu”

………………………..

“Sica, ini orangnya”
“hi. How are you?” kata gadis itu
“hi. I’m fine, what’s your name girl?” tanyaku sambil menaruh minuman di meja
“my name is Krystal Jung and  I have Korean name Jung Soo Jung. How about you?”

PRAANGG

Aku menjatuhkan gelas yang ada di tanganku

“can you repeat your name?”
“my name is Krystal Jung and  I have Korea name Jung Soo Jung. What’s up?”
“Jessica kamu kenapa?” tanya Yoona
“Yoo..Yoona.. kamu masih ingat cerita masa lalu ku kan?”
“tentu saja. Jangan – jangan dia…adikmu..?”
“hei guys, what’s up?”

———————————————————

(nb: tulisan yang bercetak miring anggap saja bahasa Inggris)

“tidak apa – apa Krystal. Siapa yang kau cari di Korea ini?”
“aku mencari kakak perempuan dan kakak laki – laki ku di Korea. Tapi aku mengalami masalah, aku tidak tau alamat mereka dan aku tidak punya foto mereka”
“kalau boleh tau siapa nama kakak – kakakmu?” tanya Yoona
Kevin Jung and Jessica Jung. Nama korea mereka adalah Jung Ji Yeob dan Jung Soo Yeon. Apakah kalian mengenalnya?  ”

air mataku tiba – tiba terjatuh, aku tak percaya dengan apa yang terjadi apakah ini yang dinamakan ‘Miracle’ hal yang tak pernah terjadi di dalam diriku

”mengapa menangis? Apakah ceritaku terlalu sedih? By the way kau belum memperkenalkan diri” ucap Krystal
“kau ingin tau namaku?” tanyaku
“of course..”
“my name is… Jessica Jung or Jung Soo Yeon”
“Oh My God.. this is impossible..”

aku memeluk Krystal, wajahnya tampak sangat shock. Bagaimana tidak? Dia datang jauh – jauh dari Amerika ke Korea untuk mencari kakaknya pasti dia sempat berpikir bahwa tak akan menemukan kakaknya karena Korea itu luas. Tapi sekali lagi, Miracle itu ada dan Tuhan sudah merencanakan itu semua

“tentu saja..” aku memperlihatkan kartu pelajarku kepada Krystal, setelah ia membaca namaku di kartu pelajarku wajahnya kembali pucat 10X lebih pucat dari yang tadi
“this is miracle.. you.. you’re really my sister”  Krystal mulai menitikan air mata kamipun saling berpelukan
lalu kemana kakakku yang satu lagi? Kevin oppa” tanya Krystal
“ehm.. nanti kau akan tau. Tapi tidak sekarang”
“Sica? Wah ada tamu ya?” Yuri datang dari kamarnya
“Yuri…….” Aku berlari menghampirinya, memeluknya sambil menangis
“ke..kenapa kamu? Kenapa menangis?”
“Krystal..Krystal..akhirnya aku bertemu Krystal Yul”
“JINJJA? i..itu Krystal?” tanya Yuri sambil menunjuk Krystal
“iya, ayo duduk dulu Yul”

……………………

Krystal, ceritakan tentang kehidupanmu di Amerika”
“begini, aku tinggal bersama mom and dad sampai umur 6 tahun. Mereka selalu menyiksaku dan memperlakukan aku seperti binatang, lalu tetanggaku melaporkan mereka ke polisi dan mereka akhirnya penjara. Lalu aku tinggal bersama tetanggaku, dia bercerita tentangmu dan Kevin oppa yang kabur ke Korea karena perlakuan mom and dad. Setelah makin dewasa aku memutuskan untuk mencari kakak – kakakku yang tinggal di korea, awalnya aku ditentang oleh tetanggaku yang kuanggap sebagai orang tua angkatku tapi setelah aku meyakinkannya akhirnya mereka membolehkan aku dan memberikanku uang untung berangkat ke Korea”
“astaga, ternyata mereka masih seperti itu”
aku menitikan air mata begitu juga dengan Yuri dan Yoona
“lalu Krystal, kelas berapa kau sekarang?”
tanya Yoona
“aku kelas 2 SMP..”
“begini saja, kau tinggal di Korea saja selamanya. Semua keperluanmu biar aku yang urus”
tawar Yoona
hei. Yoona..”
tidak apa – apa Jess, mungkin akan sedikit meringankanmu
“sebenarnya aku sangat mau dengan tawaranmu unnie, tapi.. aku takut merepotkanmu”
jawab Krystal tertunduk
“aku sama sekali tidak merasa di repotkan dan lagipula aku sangat sangat sangat senang jika kau tinggal disini dan menerima tawaranku”
“benarkah unnie? Kalau begitu aku mau”
“of course. Kalau begitu besok aku akan mendaftarkanmu di Korea Foreign School, sekolah untuk orang luar negeri yang tinggal di korea. Dalam waktu 6 bulan saja kau sudah fasih bahasa korea jika sekolah disitu”
“terimakasih unnie, terimakasih yang sebesar – besarnya”
“ne Yoong. Aku juga mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya”
”tidak apa – apa Jessica, Krystal. Oh iya Jess, Krystal mau tinggal dimana?” tanya Yoona
“lebih baik dia tinggal disini dulu karena dia masih kecil”
“kalau begitu karena sekolahku satu arah dengan sekolah Krystal nanti, bagaimana kalau aku yang mengantar jemput Krystal?”
tawar Yoona
eng..terserah kamu saja Yoong” jawabku
oke baiklah kalau begitu. Mungkin lusa Krystal sudah bisa sekolah jadi besok Krystal harus ikut aku untuk daftar sekolah, membeli perlengkapan alat tulis dan lain – lain. Oke?”
“okee unnie..”
“eh. Tunggu Yoong, bagaimana dengan sekolahmu?” tanyaku
“haha kita kan masih kelas 1 jadi boleh dong sekali – kali bolos”
“aah dasar kau ini!”
“sepertinya sudah sore. Krystal, Jessica, Yuri, aku pulang dulu ya”
Ne unnie
“ hati – hati di jalan Yoong” kataku dan Yuri
“okee. Byee”

——————————————-

“Sica, adikmu cantik ya”
“iya. Tapi jangan sampai kau selingkuh dengannya!” aku mencubit pipi Yuri
“aduuh sakit tau. Sepertinya Yoona menyukai adikmu haha”
“haha aku pikir juga begitu..”
unnie, kau belum memperkenalkan diri” kata Krystal kepada Yuri
“oh iya aku lupa hehe. Namaku Kwon Yuri panggil saja Yuri unnie”
“salam kenal Yuri unnie. Oh iya, kalian tinggal satu rumah ya?”
“iya begitulah, senangnya ada anggota baru dirumah ini”
“hehe terimakasih. Kalian sahabatan ya?”
“bukan Krystal, Yuri ini pacarku”
“WHAT?!! Pantas saja kalian begitu mesra, lalu kepala Yuri unnie kenapa? Kok diperban begitu?”
“aku abis berantem sama fansnya kakakmu ini Krystal”
“mwo? Fans? Sudahlah Yuri jangan bicara aneh – aneh sama anak kecil. Oh iya Krystal, ayo pindahkan semua bajumu di kamarmu. Unnie mau masak dulu buat makan malam”
“ne. unnie..”

Yuri Pov

hei Krystal, apakah kau punya pacar?” tanyaku
“tidak. Memang kenapa unnie?”
“kau siap – siap saja, mungkin sebentar lagi kau akan ditembak oleh seseorang”
“WHAT?! Siapa?”
“haha masa kau tidak menyadarinya?”
“siapa? Yoona unnie?”
“yak, tepat sekali”
“darimana kau tahu kalau dia menyukaiku?”
“aah kau ini masih kecil jadi belum menyadari kalau orang sedang jatuh cinta”
“hmm. Tapi Yoona unnie memang orang yang sangat baik”
“ya. Aku dengar dari kakakmu Yoona itu anak yang sangat kaya, bahkan orang tuanya di kategorikan 10 orang terkaya di korea”
“wow hebat sekali. Lalu aku mau tanya, sifat kakakku itu seperti apa sih?”
“Jessica itu orang yang sangat cantik. Dia baik, pintar, ramah, sopan, lucu, dan polos”
“wah, kau beruntung bisa mendapatkannya”
“ya. Aku rasa aku adalah orang paling beruntung di dunia”

“EHEEMM…” Jessica datang dari dapur sambil membawa spatulanya
“Krystal pasti masih lelah, biarkan dia istirahat dulu Yul”
“hehe iya, keasikkan ngobrol sih. Sini Krystal aku bawakan tasmu dan kuantar kau kekamarmu”
“thank you unnie”


TBC

9 Tanggapan to “FF: The Blonde Girl and The Hero (2)”

  1. minChan Mei 5, 2011 pada 11:17 am #

    OMO

  2. minChan Mei 5, 2011 pada 11:18 am #

    Horeeee i am first

  3. dubidubi Mei 5, 2011 pada 6:42 pm #

    whoa… ada krystal unnieku disitu…
    akhirnya kakak ketemu sama ade’nya.. sisa aku nih…
    *who ask u lol…*

  4. rizzuu Mei 6, 2011 pada 12:36 am #

    kasian yuri nya,, T.T
    sukur dh,krystal bs ktmu ma sica,hehe ga sabar bwt nnggu update na,,buru2 update yaa,,😀

  5. CallMeElse Mei 6, 2011 pada 4:07 am #

    Besok – besok jangan harap kau bisa selamat lagi. Ayo teman – teman, sepertinya kita harus masuk rumah sakit lagi

    sumpah aku suka sama kata2 dari victoria gang..
    ngakak sangat aku baca itu… ada deh??

    omoo… itu yang garing2 yang part obrolan yoona, sica, ma krys… Yuri dikit banget dialognya, aku kira dia bingung karena gak bisa bahasa inggris.. hahahahaaa….
    ternyata bisa to… #PLAK!! *digampar Yuri*

    eemm… victoria itu cemen.. lagi2 beraninya keroyokaann… parahhh…!! *ngacungin jempol turun*

    huuueee…. sorakin…..!!

    lanjut fara…. lanjuuutt…..
    SEMANGAT!!
    yoonKrys…. weeeeww….

    eh, amber suka ma Jessica ya??

  6. Dilan Mei 6, 2011 pada 10:24 am #

    Lanjut thor

  7. YulSicspazzer.NurulAnisa Mei 6, 2011 pada 6:13 pm #

    Lanjut unnie, FF nya keren, wah krystal sama kayak saya klas2 smp😄 hahaha lanjut unn >w<

  8. Dilan Mei 8, 2011 pada 9:33 pm #

    Aku lagi.thor jgn lama2 donk

  9. hikarinlee Mei 12, 2011 pada 4:54 pm #

    jaaaaaah..qrain yoona jg suka ma sica.
    g tw.x malah kpincut adek.x kekeke~
    tp..bnran tuh yoona suka ma krystal?
    mudah2an trjwb d next chap😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: